BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Kebutuhan akan wasit dan juri yang kredibel dalam sebuah turnamen bela diri karate menjadi faktor penting untuk menjamin jalannya kejuaraan yang baik, adil, dan kompetitif.
Hal tersebut menjadi perhatian FORKI Kalimantan Selatan, yang menggelar penataran wasit dan juri selama dua hari sebagai bagian dari rangkaian Kejuaraan Piala Pangdam XXII Tambun Bungai yang akan berlangsung pada 8–11 April 2026.
Kegiatan penataran ini diikuti sebanyak 33 peserta, termasuk wasit dan juri junior atau new comer (NC), yang dilaksanakan di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, pada 7–8 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, FORKI Kalsel menghadirkan Sensei Suwadi dari PB FORKI yang juga merupakan anggota dewan wasit PB FORKI.
Menurutnya, kemajuan organisasi karate di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh manajemen yang baik, tetapi juga oleh kualitas pelatih dan keberadaan wasit yang kompeten.
“Suatu provinsi bisa dikatakan maju FORKI-nya jika organisasinya bagus, pelatihnya bagus, dan wasitnya juga ada. Jangan sampai organisasinya bagus, tapi pelatih dan wasitnya kurang, karena itu menjadi kendala dalam kemajuan karate di daerah,” ujar Sensei Suwadi yang menyandang DAN VI Inkado.
Ia menambahkan, penataran ini sangat penting karena menjadi sarana sosialisasi perkembangan aturan terbaru tahun 2026, sesuai standar World Karate Federation (WKF), Asian Karate Federation (AKF), dan Federasi Anggota WKF (FORKI).
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga mengikuti ujian praktik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas wasit dan juri dalam menerapkan aturan terbaru pada berbagai kejuaraan, termasuk ajang nasional yang akan digelar di Soreang, Bandung, Jawa Barat.(Red)
