KOTABARU, kalimantanprime.com – Aparat kepolisian melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Sungai Taib RT 05, Perumahan Ungu Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, pada Jumat malam (25/3/2026). Penggerebekan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas yang disebut sebagai pesta LGBT di lokasi tersebut.
Kepala Desa Sungai Taib, H. Sunarto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah membawa sejumlah orang yang diduga terlibat ke Polres Kotabaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, telah terjadi penggerebekan di wilayah Desa Sungai Taib RT 05. Seluruh terduga pelaku langsung dibawa ke Polres,” ujar Sunarto saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, untuk informasi lebih rinci, masyarakat diminta mengonfirmasi langsung kepada pihak kepolisian, baik melalui Bhabinkamtibmas maupun Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotabaru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat empat orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Namun, keempatnya telah dilepaskan setelah melalui proses mediasi pada Senin (30/3/2026).
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SPKT Polres Kotabaru belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun hasil pemeriksaan. Meski demikian, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Taib membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
“Memang benar ada penggerebekan yang dilakukan oleh SPKT Polres Kotabaru di Desa Sungai Taib. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini memicu beragam respons dari masyarakat setempat. Sebagian warga mengaku resah dan berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas yang dianggap bertentangan dengan norma sosial di lingkungan mereka. Di sisi lain, sejumlah pihak juga mengingatkan pentingnya penanganan yang bijak, mengedepankan hukum yang berlaku serta pendekatan humanis dalam menyikapi kasus-kasus serupa.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai dinamika sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang. Aparat diharapkan dapat memberikan kejelasan informasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(San)
