Breaking News
Loading...

Jersey Baru Barito Putera Penuh Makna, Dari Identitas Banua hingga Tekad Juara



BANJARMASIN, kalimantanprime.com — PS Barito Putera menghadirkan nuansa berbeda menyambut kompetisi musim ini. Laskar Antasari resmi menggandeng apparel lokal asal Kalimantan Selatan, Eazywear, sebagai penyedia jersey tim sepanjang musim.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran tiga jersey Barito Putera, yakni jersey home, away, dan third. Ketiganya membawa identitas baru Laskar Antasari sekaligus menyisipkan sejumlah simbol yang sarat makna.

Menariknya, jersey ketiga memiliki cerita tersendiri. Desain jersey tersebut merupakan ide yang dirancang khusus oleh Presiden Klub Barito Putera, Zainal Hadi.
Kerja sama Barito Putera dengan Eazywear berlaku selama satu musim. Setelah itu, kedua pihak akan melakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan kolaborasi.
Owner PS Barito Putera, H. Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen merangkul potensi lokal sekaligus menjalankan semangat pengabdian untuk Banua.

“Ya, kita tahu Eazywear dan selama ini kan kita produksi sendiri. Saya sesuai yang diamanahkan, gubernur bekerja sama merangkul semua, ingin mencoba menjalankan itu juga dalam hal jersey ini,” kata Hasnuryadi.
Menurutnya, sebelumnya memang terdapat rencana bagi Barito Putera untuk memproduksi jersey secara mandiri. Namun, pada musim ini manajemen memilih membuka ruang kolaborasi bersama Eazywear.

“Memang kemarin manajer akan memproduksi sendiri nanti ke depan, tapi untuk musim ini kita berharap Eazywear bisa bekerja sama yang baik dengan kita,” tuturnya.
Hasnuryadi menegaskan, kerja sama tersebut baru berlaku satu musim dan akan dievaluasi setelah kompetisi berjalan.

“Kontraknya satu per satu ya. Setahun dan kita akan ada evaluasi nanti ke depan seperti apa,” ujarnya.
Bukan Sekadar Jersey
Bagi Barito Putera, jersey musim ini bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Warna dan sejumlah detail di dalamnya membawa simbol identitas sekaligus nilai yang ingin diwariskan kepada tim dan suporter.

Pada jersey home, warna kuning tetap dipertahankan sebagai warna khas Kalimantan Selatan sekaligus identitas Laskar Antasari.

“Ini contohnya yang home jersey kita, kebanggaan kita, warna keramat Kalimantan Selatan, warna kuning ya. Ini sesuai warna pendahulu-pendahulu kita,” jelas Hasnuryadi.

Makna personal juga terlihat pada bagian dada jersey. Siluet foto almarhum H. Abdussamad Sulaiman dan almarhumah Hj. Siti Nurhayati, orang tua Hasnuryadi, disematkan di bagian kiri dada.

Menurut Hasnuryadi, keberadaan siluet tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat agar perjuangan Barito Putera senantiasa dilandasi semangat dan nilai yang diwariskan kedua orang tuanya.
“Jadi harapan kita dengan jersey perang seperti ini, dengan jersey seperti ini, dan tentunya yang paling utama adalah ada siluet foto dari abah dan mama tercinta di sini, ya, di dada kita sebelah kiri di jantung kita,” ungkapnya.

Selain Eazywear, sejumlah pihak juga menjadi pendukung Barito Putera dalam perjalanan kompetisi musim ini, di antaranya Jhonlin dan Bank Kalsel.

Hasnuryadi berharap kolaborasi bersama Eazywear tidak berhenti pada kerja sama penyediaan jersey, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membangun kebanggaan terhadap produk dan potensi daerah.
“Harapan kita pertama, terima kasih atas kerja samanya. Kedua, yang paling utama adalah ini menambah cinta, pengabdian, dan semangat wajah sampai kaputing kita untuk fighting hingga juara,” katanya.

Suporter Jadi Roh Laskar Antasari
Hasnuryadi juga menekankan pentingnya dukungan suporter dalam perjalanan Barito Putera mengarungi kompetisi. Menurutnya, suporter merupakan bagian tak terpisahkan dari kekuatan Laskar Antasari.

“Terutama pada para pemain, para suporter sebagai rohnya, untuk memberikan yang terbaik dan menjadikan ini semua adalah pride of Banua, kebanggaan Banua,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi dengan Eazywear memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Barito Putera mengejar prestasi tertinggi.
“Bismillah dengan selalu memohon rahmat dan rida dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, mudah-mudahan kerja sama ini membawa kebaikan, keberkahan untuk kita, dan tentunya menjadikan modal kita untuk Wasaka juara!” tegasnya.

Peluncuran tiga jersey tersebut sekaligus menandai hadirnya identitas baru Barito Putera untuk menemani perjuangan Laskar Antasari sepanjang musim kompetisi.
Semangat Wasaka (Waja Sampai Kaputing) kembali ditegaskan sebagai bahan bakar perjuangan pemain, manajemen, dan suporter untuk membawa Barito Putera meraih hasil terbaik sekaligus mengangkat kebanggaan Banua.(Wamen/Rilis) 
Lebih baru Lebih lama