KOTABARU, kalimantanprime.com – Pelaksanaan Haul Raja Agung ke-21 yang digelar di Komplek Pemakaman Raja Agung, Desa Bangkalaan Melayu, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, mendapat apresiasi dari kalangan juriat (keturunan) Raja Agung. Mereka menilai pelaksanaan haul dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun antusiasme masyarakat. Minggu (12/7/2026)
Perwakilan juriat sekaligus Lembaga Adat, Gusti Lestari, mengungkapkan rasa syukur atas semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam peringatan haul yang telah memasuki tahun ke-21 tersebut.
"Setiap tahunnya pelaksanaan haul ini menunjukkan banyak kemajuan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi masyarakat yang semakin besar," ujarnya usai kegiatan, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haul tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan, hingga masyarakat yang hadir untuk mendoakan dan memeriahkan acara.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga, materi maupun doa sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, mendoakan, memeriahkan acara, serta memberikan dukungan. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi berkah bagi kita semua," katanya.
Selain pelaksanaan haul, Gusti Lestari juga menyambut baik penetapan Makam Raja Agung sebagai Situs Cagar Budaya, yang menjadi situs cagar budaya pertama di Kabupaten Kotabaru.
Menurutnya, pengakuan tersebut merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah, sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar keturunan Raja Agung.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas penetapan Makam Raja Agung sebagai Situs Cagar Budaya. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang mengenal Raja Agung beserta silsilahnya," ungkapnya.
Ia berharap status sebagai situs cagar budaya mampu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah yang diwariskan para leluhur, sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan peninggalan budaya daerah.
"Beliau merupakan leluhur kami. Pengakuan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya yang ada," pungkas Gusti Lestari yang berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu.(San)
.jpg)