Breaking News
Loading...

Kadis Dikbud Kotabaru Takjub Temuan Situs Purbakala Banua Lawas, Dinilai Berpotensi Jadi Cagar Budaya dan Wisata Sejarah

Temuan situs purbakala di Desa Banua Lawas, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, terus menarik perhatian. Setelah menjadi lokasi penelitian para arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kawasan tersebut kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

KOTABARU
, kalimantanprime.com – Temuan situs purbakala di Desa Banua Lawas, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, terus menarik perhatian. Setelah menjadi lokasi penelitian para arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kawasan tersebut kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP., bersama tim meninjau langsung lokasi penelitian pada Minggu (12/7/2026). Hasil peninjauan itu membuatnya takjub karena berbagai temuan di lapangan dinilai menyimpan jejak penting peradaban masa lampau.

Menurut Akhmad Romansyah, kondisi geologi di lokasi menunjukkan kawasan tersebut didominasi batu cadas atau batu karang yang mengindikasikan wilayah itu pada masa lalu merupakan dasar lautan.

"Setelah saya datang dan melihat langsung ke lokasi, saya melihat kawasan ini merupakan batu cadas atau batu karang. Saya dapat memastikan kawasan ini dulunya adalah lautan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia pada masa bahari," ujarnya.

Ia menjelaskan, dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sejumlah artefak, termasuk benda yang oleh para arkeolog disebut sebagai tongko, yang diduga merupakan tempat pandai besi atau lokasi pembuatan peralatan logam pada masa lampau.

Selain itu, banyaknya temuan kerang di kawasan pegunungan juga menjadi fakta menarik yang memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut pernah berada di bawah permukaan laut sebelum mengalami perubahan alam dalam kurun waktu yang sangat panjang.

"Yang membuat saya heran adalah banyaknya kerang yang ditemukan di kawasan pegunungan. Kemungkinan besar daerah ini dahulu merupakan lautan yang kemudian mengalami perubahan alam atau perubahan iklim hingga menjadi bentang alam seperti sekarang," katanya.

Melihat potensi sejarah yang besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap upaya penelitian lanjutan dan pelestarian kawasan tersebut.

Akhmad mengatakan pihaknya akan menugaskan Bidang Kebudayaan untuk mengawal proses pendataan, penelitian, hingga pengembangan situs agar dapat diusulkan sebagai situs cagar budaya di Kecamatan Kelumpang Hulu.

"Kami akan terus mendukung upaya pelestarian situs ini melalui penelitian yang lebih mendalam sehingga nantinya dapat dikembangkan dan diusulkan menjadi situs cagar budaya," tegasnya.

Menurutnya, apabila dikelola secara profesional, situs purbakala tersebut memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang mampu menarik minat peneliti maupun wisatawan.

Selain memperkuat identitas sejarah daerah, keberadaan situs itu juga diyakini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis warisan budaya.

Di akhir kunjungannya, Akhmad mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan situs tersebut agar tidak mengalami kerusakan maupun kehilangan nilai sejarahnya.

"Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan situs ini. Warisan sejarah seperti ini harus tetap terpelihara agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya.(San) 

Lebih baru Lebih lama