Breaking News
Loading...

Diduga Ngebut, Mobil Tabrak Motor, Hantam Warung hingga Terjun ke Sungai, Dua Tewas

Petugas Satlantas Polres Banjar melakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan Ahmad Yani Km 7,4, Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (11/7) malam. Insiden yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, empat korban lainnya dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan polisi

BANJARMASIN
, kalimantanprime.com – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 7,4, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Sabtu (11/7) sekitar pukul 23.45 Wita.

Insiden yang melibatkan mobil bernomor polisi DA 1621 GE dan sepeda motor DA 6378 GBX itu kini dilaporkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Selain itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mobil diduga melaju dari arah Kota Banjarmasin dengan kecepatan tinggi sebelum bertabrakan dengan sepeda motor. 

Benturan keras membuat kendaraan tersebut hilang kendali, menabrak sebuah warung di pinggir jalan, lalu terjun ke sungai yang berada di sisi Jalan Ahmad Yani.

Seorang warga, Munawir mengatakan, dirinya tidak menyaksikan langsung awal kejadian. Namun, menurut informasi yang diperolehnya, mobil melaju cukup kencang sebelum kecelakaan terjadi.

“Mobil datang dari arah dalam kota dengan kecepatan cukup tinggi,” ujar Munawir.

Munawir menjelaskan, terdapat tiga orang di dalam mobil saat kejadian, dua penumpang berhasil keluar dengan selamat, sedangkan pengemudi sempat terjepit di dalam kendaraan yang berada di sungai.

“Proses evakuasi sopir berlangsung cukup lama karena posisinya terjepit di dalam mobil yang sudah masuk ke sungai. Saat dievakuasi kondisinya kritis,” jelas Munawir.

Kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan sebuah warung milik warga rusak berat.

Pemilik warung, Lala, mengaku baru mengetahui tempat usahanya hancur setelah mendapat kabar dari warga. Saat peristiwa terjadi, warung dalam keadaan tutup dan dirinya berada di rumah.

“Saya benar-benar kaget. Warung ini baru sekitar dua bulan selesai dibangun,” ucapnya.

Menurut Lala, hampir seluruh barang dagangan ikut rusak akibat kerasnya benturan.

“Hanya rokok yang sempat kami amankan. Selebihnya, seperti gula, makanan, dan barang dagangan lainnya hancur bersama bangunan warung,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, Lala memperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp10 juta.

Sementara itu, seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin. Adapun dua korban meninggal dunia telah dievakuasi ke ruang jenazah rumah sakit yang sama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan kronologi mobil hingga keluar jalur, menabrak warung, dan akhirnya tercebur ke sungai. (Kyu)

Lebih baru Lebih lama