KOTABARU, kalimantanprim.com – Jalur yang disiapkan panitia dalam ajang Trabas Explore Pulau Laut Barat–Pulau Laut Tanjung Selayar Lintas Saranjana 2026 menuai apresiasi dari para peserta. Meski kondisi musim kemarau membuat lintasan dipenuhi debu, para rider tetap mengaku puas dengan karakter jalur yang dinilai panjang, menantang, dan memacu adrenalin.
Dua rider wanita asal Barito Timur, Kalimantan Tengah, Melly dan Dewi, menjadi salah satu peserta yang berhasil menaklukkan seluruh lintasan atau full track yang telah disiapkan panitia pada Sabtu (11/7/2026).
Melly mengatakan, jalur trabas tahun ini memberikan pengalaman yang menyenangkan karena memiliki variasi medan yang cukup lengkap.
"Kalau untuk jalurnya cukup memuaskan. Lumayan panjang, hanya saja karena sekarang musim kemarau, lintasannya jadi banyak debu," ujarnya usai menyelesaikan perjalanan.
Meski harus berjibaku dengan debu yang beterbangan di sepanjang lintasan, hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk menyelesaikan seluruh rute.
"Alhamdulillah, kami full track," katanya.
Selain menyuguhkan jalur ekstrem yang menantang kemampuan para rider, panitia juga menghadirkan tanjakan berhadiah yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam event tersebut. Tantangan itu langsung mendapat respons positif dari para peserta.
Saat ditanya mengenai kesiapannya menjajal tanjakan berhadiah, Melly menjawab singkat namun penuh optimisme.
"Siap," ucapnya.Trabas Explore Pulau Laut Barat–Pulau Laut Tanjung Selayar Lintas Saranjana 2026 digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Event ini diikuti ratusan rider dari berbagai daerah di Kalimantan hingga luar pulau.
Selain menjadi ajang penyaluran hobi dan olahraga otomotif, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata alam Pulau Laut. Jalur yang melintasi perbukitan, hutan, hingga kawasan pedesaan menyuguhkan panorama khas yang dipadukan dengan medan ekstrem, menjadikan event ini sebagai salah satu agenda trabas yang dinanti para pecinta motor trail.
Antusiasme peserta serta apresiasi terhadap kualitas lintasan menjadi bukti bahwa Trabas Lintas Saranjana tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi dan silaturahmi antar-rider, tetapi juga berpotensi menjadi ikon sport tourism yang mampu mengangkat daya tarik wisata Kabupaten Kotabaru.(San)
