Breaking News
Loading...

SDN Semisir Perkuat Pendidikan Inklusif, Gandeng Orang Tua Wujudkan Sekolah Ramah dan Tanpa Diskriminasi


KOTABARU
,kalimantanprime.com – SDN Semisir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan tanpa diskriminasi. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Membuka Hati, Mengenal Inklusi, Sinergi Hangat Sekolah dan Keluarga” yang digelar pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai jam pembelajaran ketiga ini diikuti oleh seluruh orang tua murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Hadir pula Kepala Desa Semisir Wahyuddin, S.Sos., jajaran Komite Sekolah, serta Kepala SDN Semisir Saifullah, S.Pd.I., S.Pd., M.A.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Semisir Saifullah menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga orang tua dan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak sangat bergantung pada sinergi ketiga unsur tersebut.

“Sekolah adalah pelanjut pendidikan dari rumah. Karena itu, perlu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan visi SDN Semisir yaitu ‘BERCERMIN’,” ujarnya.

Ia menjelaskan, visi tersebut mencakup nilai Beriman dan Bertakwa, Berakhlak, Berprestasi, Cerdas, Mandiri, serta Nasionalisme. Sejumlah program unggulan pun telah dijalankan, seperti TKA, Jumat Berkah dengan pembacaan Yasin dan shalawat, senam sehat Sabtu, hingga pembimbingan literasi bagi murid yang membutuhkan perhatian khusus.

Komite sekolah turut menyampaikan dukungannya terhadap penerapan pendidikan inklusif. Mereka menilai sekolah harus menjadi “rumah kedua” bagi anak-anak tanpa memandang latar belakang.

“Pendidikan inklusi akan berhasil jika dimulai dari rumah. Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan dan keunikan,” ungkap perwakilan komite.

Sementara itu, narasumber utama Pahrian, S.Pd., Gr., memaparkan konsep dasar pendidikan inklusif, termasuk landasan hukum dan manfaatnya. Ia menyebutkan bahwa pendidikan inklusif memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas sesuai kebutuhan masing-masing.

“Anak dengan kebutuhan khusus bukanlah aib. Mereka harus tetap mendapatkan hak pendidikan dengan dukungan penuh dari keluarga dan sekolah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akomodasi yang layak di lingkungan belajar, seperti pengaturan pencahayaan, suara, serta posisi tempat duduk untuk menunjang kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.

Narasumber lainnya, Akhmad Hamdani, S.Pd.I., Gr., menekankan pentingnya pemetaan awal terhadap murid baru guna menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Sedangkan Ibu Mariyana, S.Pd.I., Gr., mengajak orang tua berperan aktif dalam mendukung kesiapan siswa kelas 6 menghadapi Tes Capaian Akademik (TKA).

“TKA menjadi salah satu tolok ukur capaian akademik siswa. Dukungan orang tua di rumah sangat menentukan keberhasilan anak,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Semisir Wahyuddin mengingatkan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, dan pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang memanusiakan manusia.

Acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama sebagai komitmen menjadikan SDN Semisir sebagai satuan pendidikan yang aman, inklusif, ramah, dan membahagiakan bagi seluruh warga sekolah.(San) 

Lebih baru Lebih lama