BANJARMASIN, kalimantanprime. – Aparat Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di kawasan Jalan Padat Karya, Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Kamis (16/4/2026) dini hari.
Tiga remaja yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut kini telah diamankan. Mereka masing-masing berinisial MI (20), KA (16), dan MDA (16).
Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul RK Siregar melalui Kasi Humas Ipda Adi Harry Sucahyo menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga melalui layanan darurat 110.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya para terduga pelaku berhasil diamankan,” ujarnya, Senin (20/4).
Dalam penindakan tersebut, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah celurit dan sepotong kayu yang diduga digunakan saat pengeroyokan berlangsung.
Peristiwa ini sendiri menimpa dua korban, yakni AP (20) dan MH (20), yang mengalami luka-luka akibat serangan para pelaku.
Kejadian bermula saat korban tengah bersantai bersama teman-temannya di sebuah warung kopi lesehan. Tiba-tiba, sekelompok remaja datang dan menuding korban sebagai pelaku pemukulan terhadap teman mereka. Meski tuduhan tersebut dibantah, situasi justru berujung pada aksi pengeroyokan.
Sempat dilerai oleh pengunjung lain, korban kemudian meninggalkan lokasi. Namun para pelaku tidak berhenti, mereka justru mengejar korban sambil membawa senjata tajam.
Pengejaran berujung pada aksi pengeroyokan kedua yang terjadi di Jalan Padat Karya. Akibatnya, MH mengalami luka di bagian kepala, sementara AP mengalami luka pada bagian mata kiri.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, ketiga remaja tersebut berhasil diringkus.
Saat ini, para pelaku telah diamankan di Polsek Banjarmasin Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus ini guna memastikan ada tidaknya pelaku lain yang terlibat.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya pelaku lainnya,” tambahnya.
Pihak kepolisian pun mengapresiasi peran masyarakat yang sigap melaporkan kejadian melalui layanan 110, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“informasi dari masyarakat sangat membantu. Kami pastikan setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional,” tutupnya. (Kyu)
