BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Dalam rangka memperingati hari berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), jajaran pengurus PSSI Kalimantan Selatan melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta makam tokoh-tokoh sepak bola daerah, Minggu (19/4/2026).
Ketua PSSI Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi yang terus dijaga setiap peringatan hari jadi PSSI.
Ia menyebut, arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan bahwa salam sepak bola adalah tradisi. Karena itu, menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu.
“Ini adalah tradisi dari tahun ke tahun. Setiap memperingati hari berdirinya PSSI, kita berusaha bersama-sama melakukan ziarah ke taman makam pahlawan maupun makam tokoh olahraga, khususnya sepak bola,” ujarnya.
Hasnuryadi menambahkan, ziarah ini bertujuan untuk mendoakan sekaligus mengenang jasa para tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan sepak bola di Kalimantan Selatan.
“Harapannya, kita yang masih hidup bisa meneruskan semangat, cinta, dan pengabdian mereka, terutama melalui sepak bola dan olahraga,” katanya.
Ia juga berharap kebersamaan yang terbangun dapat mendorong kemajuan sepak bola Indonesia ke depan.
Diketahui, PSSI didirikan pada 19 April 1930, jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurut Hasnuryadi, hal tersebut menunjukkan bahwa PSSI sejak awal memiliki peran sebagai alat pemersatu bangsa.
“PSSI tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga harus menjadi organisasi yang mampu mempersatukan kita semua,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap tim nasional Indonesia semakin berprestasi dan PSSI terus menghadirkan program-program bermanfaat, terutama dalam pembinaan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan peserta juga berziarah ke sejumlah makam tokoh sepak bola Kalimantan Selatan, di antaranya Djeppy, N. Hamil Carang, Anang Hasim, serta legenda PS Barito Putera, H. Ismairi, yang dikenal sebagai mantan penjaga gawang sekaligus pelatih kiper.
Rangkaian ziarah ditutup dengan kunjungan ke makam H. Abdussamad Sulaiman HB, yang dinilai sebagai salah satu tokoh paling berjasa dalam perkembangan PSSI dan sepak bola di Kalimantan Selatan.
