Breaking News
Loading...

Dari Handil Bakti, Kisah Ato yang Putus Sekolah dan Rawat Nenek Mengundang Kepedulian NSC

Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina NSC, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi drg Ellyana Trisya Hasnuryadi selaku penasehat NSC, sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

BANJARMASIN
, kalimantanprime.com – Aksi sosial kembali digelar Nur Sulaiman Community (NSC) bersama UPZ Bakti Banua Hasnur Centre melalui program Grebek Sahur dengan menyasar warga yang membutuhkan.

Kegiatan kali ini difokuskan ke kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (17/3/2026), dengan mengunjungi seorang remaja yatim piatu bernama Ato yang menjalani kehidupan penuh keterbatasan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina NSC, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi istrinya drg Ellyana Trisya Hasnuryadi yang juga merupakan penasehat NSC.

Di usianya yang baru 16 tahun, Ato harus menjalani kehidupan yang tidak mudah. Ia tinggal bersama sang nenek yang sedang sakit, sekaligus menjadi satu-satunya penopang kehidupan di rumah tersebut.

Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya harus berhenti sekolah sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Selain persoalan biaya, pengalaman perundungan yang pernah dialaminya turut memengaruhi keputusannya untuk tidak melanjutkan pendidikan.

Untuk bertahan hidup, Ato menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Ia pernah bekerja mencetak peluru hingga membantu pekerjaan ringan di sejumlah tempat, termasuk di kawasan Wasaka dan museum.

“Ulun berterima kasih karena sudah membantu ulun yang hidup sudah susah, dan semuanya susah. Iya, tinggal berdua sama mama aja,” ucap Ato lirih.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Ato masih memiliki harapan untuk masa depannya. Ia ingin memiliki keterampilan menjahit agar bisa hidup lebih mandiri.

“Ingin menjahit,” tambahnya singkat.

Sementara itu, Hasnuryadi Sulaiman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen NSC bersama UPZ dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami berterima kasih buat NSC dan UPZ. Ternyata di Handil Bakti ada anak yang hidup berdua sama neneknya yang sakit. Ini adalah awal, tidak hanya di sini saja,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak berhenti pada satu kesempatan saja. Pendampingan lanjutan akan diupayakan, termasuk membuka akses keterampilan serta dukungan dari program pemerintah.

“Semoga bisa mendampingi Ato untuk menata hidupnya ke depan, karena ternyata Ato putus sekolah,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, NSC dan UPZ Bakti Banua Hasnur Centre berharap kehadiran mereka dapat memberi semangat baru bagi Ato, sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.(Zea) 

Lebih baru Lebih lama