
Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman melakukan pemotongan tumpeng saat syukuran Milad ke-24 Barito Mania yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Banjarmasin, Minggu (15/3/2026).
BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama sekaligus syukuran Milad ke-24 Barito Mania yang digelar di salah satu rumah pengurus Bartman di Banjarmasin, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, bersama jajaran manajemen tim seperti Manager Barito Putera Ikhsan Kamil, Asisten Manager M Firman Dida, staf pelatih Isnan Ali, serta beberapa pemain di antaranya Rizky Pora, Bagas Kaffa, M ridho dan Bayu Pradana.
Tak hanya itu, acara juga dihadiri sejumlah legenda Barito Putera serta puluhan suporter yang datang dari berbagai komunitas untuk merayakan hari jadi Barito Mania yang ke-24 tahun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan ceramah agama yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Mubarak, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Barito Mania dalam mendukung tim kebanggaan Banua.
Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Barito Mania yang selama ini terus menunjukkan loyalitas dan kecintaannya kepada Barito Putera.
Ia menilai, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti kuatnya solidaritas para suporter terhadap klub kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah kita hari ini merayakan milad ya, dan silaturahmi serta ini menunjukkan kekompakan beliau-beliau semua. Ini sebagai wujud cinta mereka kepada Banua melalui bidang olahraga sebagai Pride of Banua,” ujar Hasnuryadi.
Lebih lanjut, Hasnuryadi berharap semangat kecintaan para suporter tersebut dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Menurutnya, dukungan positif dari suporter tidak hanya penting bagi kemajuan klub, tetapi juga bagi semangat kebersamaan masyarakat.
“Semoga kecintaan mereka ini bisa terus terjalin sampai akhir nanti dan semangat kecintaan ini bisa dicontoh generasi muda untuk membangkitkan semangat kebersamaan demi kemajuan Republik Indonesia, Banua, dan Barito Putera khususnya,” tambahnya.
Sementara itu, mantan Ketua Barito Mania, Norman, menilai perjalanan organisasi suporter ini telah memasuki fase yang semakin matang seiring bertambahnya usia.
Ia berharap Barito Mania dapat terus berkembang menjadi kelompok suporter yang dewasa dalam memberikan dukungan kepada tim.
“Karena ini sudah di usia bukan anak-anak lagi, di remaja beranjak dewasa. Ya otomatis bagaimana Barito Mania bisa lebih dewasa memberikan dukungan, bagaimana memberikan dukungan kuat bagi Barito Putera,” ujarnya.
Norman juga menegaskan bahwa Barito Mania diharapkan tidak hanya menjadi kelompok pendukung di tribun, tetapi juga menjadi wadah bagi para suporter untuk memberikan masukan yang konstruktif bagi kemajuan tim.
“Kita berharap Barito ini bisa menjadi wadah memberikan saran, masukan dan kritik yang membangun, di samping untuk memberikan dukungan agar Barito tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan namun bisa mempersembahkan apa yang diinginkan para pendiri,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara suporter dan manajemen tim agar dukungan yang diberikan benar-benar berdampak positif bagi Barito Putera.
“Saat ini kita harus bersinergi dan memperkuat koordinasi dengan manajemen agar kita bisa memberikan dukungan yang benar-benar positif untuk tim,” tambah Norman.
Dalam momentum milad tersebut, para suporter Barito Mania juga secara bersama-sama memanjatkan doa serta memberikan semangat kepada tim Barito Putera agar mampu menyapu bersih enam laga tersisa dengan kemenangan, sehingga dapat mewujudkan target kembali berlaga di Liga 1.