Breaking News
Loading...

Aklamasi di Muswil I, H. Andi Fitri Kembali Nahkodai Gekrafs Kalsel 2026–2029

H. Andi Fitri kembali dipercaya memimpin DPW Gekrafs Kalimantan Selatan periode 2026–2029 dalam Musyawarah Wilayah I.

BANJARMASIN, kalimantanprime.com 
– H. Andi Fitri kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kalimantan Selatan untuk periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I yang digelar di Ballroom Restoran Lima Rasa Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026).

Muswil tersebut dihadiri langsung Ketua Koordinator Wilayah Gekrafs Indonesia Tengah, Raen Erlanda Maliki, serta seluruh pengurus dan perwakilan daerah. Forum secara bulat merekomendasikan Andi Fitri untuk kembali menakhodai organisasi yang sebelumnya telah ia pimpin.

Sosok Andi Fitri dikenal sebagai figur pekerja keras, rendah hati, sederhana, namun tegas dalam mengambil keputusan. Di bawah kepemimpinannya, Gekrafs Kalsel dinilai bergerak lebih progresif dan menjadi salah satu percontohan organisasi kreatif yang solid di Banua.

Seluruh peserta Muswil berharap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gekrafs segera merestui dan menetapkan secara resmi H. Andi Fitri sebagai Ketua DPW Gekrafs Kalsel periode 2026–2029.

Gekrafs sendiri merupakan salah satu organisasi besar di Indonesia yang fokus pada pengembangan ekosistem industri kreatif. Organisasi ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku kreatif untuk tumbuh dan berkontribusi dalam mempercepat pemulihan serta penguatan ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Andi Fitri menyampaikan rasa syukur atas kekompakan pengurus dan anggota yang menjadi fondasi keberhasilan organisasi selama ini.

“Kerja-kerja yang telah kita lakukan adalah bukti komitmen bersama memajukan ekonomi kreatif. Ke depan, kita harus semakin solid, memperkuat komunikasi dengan para stakeholder, dan mengimplementasikan nilai kolaborasi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan komunikasi yang intensif, perluasan jejaring kolaborasi, serta strategi promosi yang terukur untuk mengangkat produk kreatif daerah ke panggung yang lebih luas.

Menurutnya, penguatan identitas daerah menjadi kunci agar potensi Kalimantan Selatan semakin dikenal.

“Kita perlu strategi yang jelas dalam mencantumkan identitas daerah agar para pemangku kepentingan memahami potensi Kalimantan Selatan. Arah kebijakan ekonomi kreatif harus kita desain untuk menarik investasi sejak dini,” tegasnya

Ke depan, Gekrafs Kalsel berkomitmen memperluas pelatihan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif, serta memperkuat peran Dewan Pengurus Cabang (DPC) agar lebih mandiri dan produktif.

Ekosistem yang dibangun melibatkan unsur akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, hingga media. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif yang merata di seluruh daerah.

“DPW tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator pelatihan. Tugas kita memastikan DPC mampu mandiri, tumbuh, dan bersama-sama membangun ekonomi kreatif di wilayahnya. Inilah komitmen kami ke depan,” pungkasnya.(Rilis) 

Lebih baru Lebih lama