
Jembatan pada ruas jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kelumpang Selatan dan Kelumpang Hilir ambruk pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 06.00 WITA
KOTABARU, kalimantanprime.com – Jembatan pada ruas jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kelumpang Selatan dan Kelumpang Hilir ambruk pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 06.00 WITA. Insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas antar kecamatan terganggu dan memicu kekhawatiran warga setempat.
Menurut keterangan warga, ambruknya jembatan diduga terjadi setelah dilintasi kendaraan towing bermuatan alat berat jenis PC 200 milik kontraktor penebangan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Kelumpang Selatan.
“Pagi-pagi jembatan itu dilintasi towing bawa alat berat. Tidak lama kemudian terdengar suara keras dan jembatan langsung ambruk,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan jembatan membuat akses transportasi warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antar wilayah menjadi terhambat.
Sementara itu, Camat Kelumpang Selatan Akhmad Mawardi membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan perusahaan terkait.
“Kejadian ambruknya jembatan ini sudah kami konfirmasi kepada pihak perusahaan perkebunan Sungai Panci Estate. Kami meminta agar segera ada tanggung jawab dan langkah penanganan sementara untuk menjamin akses masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan juga telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait di tingkat kabupaten untuk dilakukan peninjauan lapangan serta penanganan lebih lanjut, termasuk pemasangan rambu peringatan dan pengalihan jalur sementara.
Hingga berita ini diturunkan, jembatan masih belum dapat dilalui kendaraan, dan warga diimbau untuk berhati-hati serta menggunakan jalur alternatif sambil menunggu penanganan dari pihak berwenang.(San)