KOTABARU, kalimantanprime.com – Sahrianto resmi terpilih sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kotabaru periode 2025–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) AMAN Kotabaru yang digelar di Aula Kecamatan Kelumpang Hulu, Sabtu (21/12/2025).
Musda AMAN Kotabaru 2025 mengusung tema “Memperkuat Eksistensi Masyarakat Adat Melalui Pengakuan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-haknya di Kabupaten Kotabaru.” Kegiatan ini dihadiri Asisten I Setda Kotabaru H. Minggu Basuki yang mewakili Bupati Kotabaru, Plt Camat Kelumpang Hulu Akhmad Mawardi, unsur Forkopimcam, serta perwakilan komunitas masyarakat adat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kotabaru.
Selain pemilihan Ketua AMAN Kotabaru, agenda Musda juga meliputi pemilihan damang serta penyampaian program kerja dari tiga komisi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat sebagai wujud kearifan lokal masyarakat adat.
Ketua AMAN Kotabaru terpilih, Sahrianto, menegaskan komitmennya untuk menjadikan AMAN sebagai rumah besar seluruh masyarakat adat di Bumi Saijaan.
“AMAN Kotabaru harus menjadi wadah pemersatu masyarakat adat. Kami akan fokus memperjuangkan pengakuan dan perlindungan wilayah adat, memperkuat kapasitas komunitas adat, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Sahrianto.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian adat serta budaya lokal.
“Pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya. Masyarakat adat bukan penghambat pembangunan, tetapi mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan identitas budaya,” tambahnya.
Asisten I Setda Kotabaru, H. Minggu Basuki, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kotabaru terhadap eksistensi dan peran masyarakat adat.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengakuan dan perlindungan masyarakat adat. Keberadaan AMAN sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga harmonisasi sosial, pelestarian budaya, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Minggu Basuki.
Sementara itu, Plt Camat Kelumpang Hulu, Akhmad Mawardi, menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk bersinergi dengan AMAN Kotabaru di tingkat wilayah.
“Kami sangat mendukung peran AMAN dalam menjaga kearifan lokal dan keharmonisan sosial. Kepengurusan baru diharapkan mampu terus berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan demi pembangunan yang inklusif,” katanya.
Apresiasi atas terpilihnya Sahrianto juga disampaikan tokoh muda Dayak, Amirdi Rahat, asal Dusun Lipon, Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu.
“Kami berharap kepemimpinan AMAN Kotabaru yang baru dapat menjadi pemersatu masyarakat adat serta konsisten memperjuangkan pengakuan wilayah adat, perlindungan hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat,” ujar Amirdi Rahat.
Senada dengan itu, penggiat kebudayaan Kecamatan Kelumpang Hulu, Saijul Kurnain, menilai Musda AMAN Kotabaru sebagai momentum penting dalam memperkuat eksistensi adat dan budaya lokal.
“AMAN memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya lokal. Kami berharap kepengurusan baru mampu memperkuat identitas budaya masyarakat adat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pelestarian budaya,” ungkap Saijul Kurnain.
Musyawarah Daerah AMAN Kotabaru ini diharapkan menjadi tonggak penguatan konsolidasi masyarakat adat di Kabupaten Kotabaru dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, khususnya terkait pengakuan hukum masyarakat adat, perlindungan wilayah adat, serta keberlanjutan adat dan budaya lokal di Bumi Saijaan.(San)
