BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Misteri penemuan jasad perempuan di drainase atau selokan tak jauh dari Gedung Program Magister Ilmu Hukum STIHSA, di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Rabu (24/12/2025) pagi mulai menemui titik terang. Korban dipastikan bernama Zahra Dilla (20), seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) asal Desa Lok Tamu, Kabupaten Banjar.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah kedua orangtua korban mendatangi ruang pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin pada Rabu sore, sekitar pukul 15.30 WITA. Dari hasil pengenalan keluarga, jasad yang ditemukan dipastikan merupakan anak sulung mereka.
Seorang anggota keluarga korban menuturkan bahwa Zahra sempat berada di rumah orang tuanya karena masa libur perkuliahan.
Pada Selasa malam usai menunaikan Salat Isya, Zahra berpamitan untuk kembali ke tempat kosnya di Kota Banjarmasin. Ia sempat memberi kabar telah sampai sekitar pukul 22.00 Wita, namun setelah itu pihak keluarga tidak lagi dapat menghubunginya.
Peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ayah korban, Sarmani, mengatakan Zahra selama ini dikenal sebagai pribadi tertutup, dan tidak pernah menceritakan masalah pribadi maupun urusan percintaan.
Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa sejumlah barang pribadi milik Zahra tidak ditemukan saat jenazah ditemukan, seperti sepeda motor Honda Vario, dua unit telepon genggam, dompet, tas, serta sebuah gelang emas seberat 10 gram.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, pemeriksaan visum luar mengungkap adanya tanda bekas cekikan di bagian leher korban. Selain itu, pada lengan korban juga ditemukan indikasi pernah terikat. Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini mengandung unsur pidana.
Kapolsekta Banjarmasin Utara Kompol Taufiq Arifin melalui Kanit Reskrim Ipda Hafiz Satria Arianda membenarkan hasil identifikasi tersebut.
“Benar, korban adalah Zahra Dilla. Orang tua sudah datang dan mengenali jenazah. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap kronologi kejadian sekaligus menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. (Tim)
