Breaking News
Loading...

Doa Selamat Stadion 17 Mei, Hasnuryadi Sulaiman Tegaskan Home Base Barito Putera 2026



BANJARMASIN
, kalimantanprime.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus CEO PS Barito Putera, H. Hasnuryadi Sulaiman, memimpin Doa Selamat Batapung Tawar Stadion 17 Mei yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/12/2025) malam.

Kegiatan berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin, stadion bersejarah yang menjadi ikon olahraga Banua. Doa bersama ini sekaligus menandai rangkaian agenda Kongres PSSI yang dipusatkan di Banjarmasin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dispora Kalsel Febriadin Hapiz, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel Fitri Hernadi, Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie, unsur DPRD, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan. Doa dipimpin oleh Habib Rifky Alaydrus.

Hasnuryadi menegaskan bahwa doa dan selamatan merupakan tradisi masyarakat Kalimantan Selatan dalam mengawali setiap langkah besar, sebagai ikhtiar batin untuk menghadirkan keselamatan dan keberkahan.

“Kami bersyukur dapat melaksanakan doa selamat ini diawali dengan salat Magrib berjamaah. Ini adalah kebiasaan masyarakat Banua, memulai sesuatu yang baik dengan doa,” ujarnya.

Momentum doa bersama tersebut juga dimanfaatkan Hasnuryadi untuk menyampaikan kabar strategis terkait masa depan Stadion 17 Mei. Stadion kebanggaan warga Kalimantan Selatan itu disebutnya berpeluang lolos verifikasi tahap pertama sebagai kandang resmi Barito Putera pada musim kompetisi 2026.

“Insyaallah, Stadion 17 Mei akan menjadi home base Barito Putera. Rencananya, laga perdana melawan Persiku Kudus dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari mendatang,” ungkapnya.

Selain untuk kelancaran agenda olahraga dan sepak bola nasional, doa yang dipanjatkan turut ditujukan bagi keselamatan bangsa dan masyarakat di daerah yang tengah tertimpa musibah.

“Doa juga kami panjatkan untuk Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Banua Kalimantan Selatan,” katanya.

Hasnuryadi menekankan bahwa Stadion 17 Mei yang dibangun pada 1974 memiliki nilai historis yang kuat sebagai saksi perjalanan olahraga Banua lintas generasi. Ia berharap stadion tersebut tetap difungsikan sebagai ruang publik, pusat olahraga, dan simpul aktivitas sosial masyarakat.

Kegiatan juga dirangkai dengan diskusi bersama pemangku kepentingan, termasuk unsur DPRD dan pihak terkait lainnya, guna menghimpun masukan strategis bagi keberlanjutan pengelolaan Stadion 17 Mei ke depan.

Menutup sambutannya, Hasnuryadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menjaga Stadion 17 Mei sebagai aset publik.

“Stadion 17 Mei adalah milik rakyat. Mari kita jaga dan rawat bersama agar manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(Rilis) 

Lebih baru Lebih lama