Breaking News
Loading...

Tabalong Perkuat SDM Lokal, 83 Peserta Ikuti Empat Program Pelatihan dan Sertifikasi

Pemkab Tabalong melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja, Senin (2/11/2026). (Foto: Ist) 

TANJUNG, kalimantanprime.com
– Pemerintah Kabupaten Tabalong terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan visi Tabalong SMaRT, khususnya target mencetak 15.000 tenaga kerja terampil.

Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemkab Tabalong membuka secara serentak empat program pelatihan dan sertifikasi yang diikuti sebanyak 83 peserta. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Senin (2/11/2026), di Diamond Ballroom Aston Tanjung City Hotel.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan manajemen perusahaan yang mendukung dan berkolaborasi dalam menyukseskan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong tersebut.

Kepala Disnaker Tabalong, H. Hady Ismanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, Kabupaten Tabalong memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor pertambangan, energi, perkebunan, konstruksi, perdagangan, dan jasa. Namun, potensi tersebut perlu didukung ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta daya saing sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Selama ini kita masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri," ujarnya.

Karena itu, Pemkab Tabalong melalui Disnaker terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi serta sertifikasi profesi agar masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Ia menegaskan, target mencetak 15.000 tenaga kerja terampil bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Disnaker, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, perusahaan, lembaga pelatihan hingga masyarakat.

"Target 15.000 tenaga terampil merupakan target pembangunan daerah yang harus kita capai bersama-sama sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tabalong SMaRT, yakni Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan," jelasnya.

Adapun empat program pelatihan yang dilaksanakan kali ini meliputi Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum sebanyak 35 peserta.

Selanjutnya, Pelatihan Gerakan Dasar Pengoperasian Alat Berat Excavator diikuti 16 peserta, Pelatihan Gerakan Dasar Pengoperasian Dump Truck sebanyak 16 peserta, serta Pelatihan dan Sertifikasi Metodologi Instruktur Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 3 yang juga diikuti 16 peserta.

Keempat program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, mempersiapkan pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, memfasilitasi pengakuan kompetensi melalui sertifikasi, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pencapaian target 15.000 tenaga kerja terampil tidak cukup hanya dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga harus memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

"Sebagaimana kita ketahui, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tabalong adalah mencetak 15.000 tenaga kerja terampil. Target ini tentu tidak bisa dicapai hanya dengan menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga harus diiringi dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja," ungkapnya.

Ia mengatakan, pelatihan dasar pengoperasian alat berat, baik dump truck maupun excavator, diharapkan mampu membekali peserta dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan, terutama untuk mendukung kebutuhan sektor pertambangan dan berbagai bidang usaha lainnya.

Wabup juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

"Kami berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, karena ini merupakan kesempatan yang bagus. Manfaatkan momen pelatihan ini dengan sebaik-baiknya," pesannya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sertifikasi metodologi instruktur KKNI Level 3 bagi lembaga pelatihan kerja. Sertifikasi kompetensi tersebut menjadi salah satu persyaratan penting dalam peningkatan kualitas dan akreditasi lembaga pelatihan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tabalong berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan dan sertifikasi kompetensi sehingga mampu bersaing serta terserap di dunia usaha dan industri.

Dengan demikian, target 15.000 tenaga kerja terampil tidak hanya menjadi angka capaian pembangunan, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabalong.

Lebih baru Lebih lama