TANJUNG, Kalimantanprime.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong memastikan ketersediaan pangan di daerah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, produksi beras yang dihasilkan dari sektor pertanian tercatat mengalami surplus sehingga mampu menjadi cadangan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong, H. Fahrul Raji, saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel gabungan di Halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, Senin (2/11).
Dalam amanatnya, Fahrul memaparkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan DKPPP dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden.
Di sektor perikanan, DKPPP memastikan ketersediaan pasokan berbagai jenis ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Rinciannya, pasokan ikan patin mencapai 5 ton per tahun, ikan nila 6 ton, dan ikan lele sebanyak 2 ton.
Selain ketersediaan pasokan, Fahrul juga menyoroti tingkat konsumsi ikan masyarakat Tabalong yang mencapai 44,66 kilogram per kapita per tahun.
"Alhamdulillah, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tabalong cukup tinggi sehingga daya beli terhadap ikan sangat baik," ujarnya.
Untuk memperkuat ketersediaan sumber protein hewani, DKPPP juga terus menggiatkan program PASTIMAS guna memastikan pasokan daging dan telur tetap terjaga.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.500 ekor bibit ternak melalui anggaran perubahan tahun ini.
"Pada anggaran perubahan ini, kami telah menyiapkan sekitar 1.500 ekor bibit ternak. Mudah-mudahan pada bulan November ini sudah bisa direalisasikan," tambahnya.
Sementara itu, dari sektor pertanian, potensi produksi pangan Kabupaten Tabalong juga menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.
Fahrul menjelaskan, luas panen padi di Kabupaten Tabalong mencapai 8.714 hektare dengan rata-rata produktivitas sekitar 5 ton per hektare.
Dengan memperhitungkan tingkat rendemen sebesar 65 persen, hasil panen dari luasan tersebut diperkirakan menghasilkan beras sekitar 28 ribu ton.
Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi beras masyarakat Tabalong yang tercatat sekitar 350 ton. Kondisi ini menunjukkan ketersediaan beras di daerah tersebut berada dalam posisi surplus.
"Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa ketersediaan beras untuk konsumsi masyarakat sangat aman, bahkan untuk mengantisipasi keadaan jika terjadi bencana sekalipun," pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, DKPPP Tabalong terus berupaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta ketahanan pangan daerah semakin kokoh.
