Breaking News
Loading...

Wisuda UMBJM, 561 Sarjana Diingatkan Jadikan Ilmu sebagai Jalan Pengabdian


BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) mewisuda 561 sarjana pada Semester Genap Tahun Akademik 2026. Sebanyak 18 lulusan di antaranya meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,60.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Selasa (6/10/2026). Dua lulusan dengan IPK tertinggi yakni Mujiasih, S.Keb., dengan IPK 3,98 dan Nia Fransiska Meilany, A.Md.Keb., dengan IPK 3,96.

Wakil Rektor I UMBJM, Dr. apt. Risya Mulyani, M.Sc., mengatakan wisuda tersebut turut menambah jumlah lulusan UMBJM sejak universitas tersebut berdiri pada 30 Desember 2015.

Mewakili Rektor UMBJM Prof. Dr. H. Dimyati, S.H., M.Hum., Risya menyebut hingga saat ini UMBJM telah meluluskan 8.539 orang dari berbagai program studi.

"Khusus Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi, wisuda kali ini menjadi momen istimewa karena merupakan lulusan pertama dari program studi tersebut," ujarnya.

Dari 561 wisudawan, sebanyak empat orang meraih predikat Memuaskan, 164 orang Sangat Memuaskan, dan 393 orang Pujian.

Saat ini UMBJM memiliki 3.930 mahasiswa aktif, termasuk 1.196 mahasiswa baru hasil penerimaan tahun 2026.

Perkuat Mutu dan Siapkan Fakultas Kedokteran

Risya mengatakan UMBJM terus memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas akademik dan pengelolaan program studi. Saat ini terdapat 25 program studi dengan status akreditasi Baik, Baik Sekali hingga Unggul.

Lima program studi telah meraih akreditasi Unggul, yakni S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Profesi Ners, S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D3 Farmasi.

Sebanyak 11 program studi berstatus Baik Sekali, yakni S2 Keperawatan, S1 Kebidanan, D3 Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan, S1 Farmasi, Pendidikan Profesi Apoteker, S1 Psikologi, S1 Teknik Sipil, S1 Informatika, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan S1 Pendidikan Matematika.

Sementara itu, program studi yang berstatus Baik di antaranya S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, S1 Perbankan Syariah, dan D4 Keperawatan Anestesiologi.

UMBJM juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran. Saat ini prosesnya masih dalam tahap pemenuhan berbagai persyaratan akademik dan administratif.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Kedokteran telah dilakukan secara simbolis.

"Alhamdulillah tahun ini empat prodi tersebut sudah menerima mahasiswa baru," kata Risya.

Selain Fakultas Kedokteran, UMBJM juga mempersiapkan sejumlah program studi baru, yakni S2 Farmasi dan Program Profesi Psikologi.

Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

Dalam kesempatan tersebut, Risya berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.

Menurutnya, wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi para sarjana untuk mengabdikan ilmu yang diperoleh kepada agama, bangsa, masyarakat, dan almamater.

"Di balik keberhasilan para wisudawan, terdapat doa, cinta, dan pengorbanan orang tua yang senantiasa menyertai. Karena itu, jadikanlah pencapaian ini sebagai amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat," ujarnya.

"Wisuda hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru," tegasnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel Prof. Dr. Ridhahani Fidzi, M.Pd. Ia mengingatkan para lulusan agar terus merawat dan memanfaatkan prestasi yang telah diraih.

Menurutnya, bekal akademik selama kuliah menjadi modal dasar untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat yang terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.

"Ini menjadi titik awal memasuki medan juang kehidupan," ujarnya.

Ridhahani juga mengapresiasi perkembangan UMBJM. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap kampus tersebut terus tumbuh, salah satunya terlihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa.

"Kepercayaan makin tumbuh, dibuktikan dengan meningkatnya mahasiswa yang studi di universitas ini," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan, Prof. Rodiansono, S.Si., M.Sc., Ph.D., mendorong UMBJM untuk terus mengejar status sebagai perguruan tinggi unggul.

Ia menilai UMBJM memiliki potensi untuk mencapai target tersebut. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara kampus dengan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi.

"Saya melihat ada potensi itu di universitas ini," ujarnya.

Bupati Batola Dukung Rencana Fakultas Kedokteran

Wisuda UMBJM kali ini juga menjadi momen istimewa bagi Bupati Barito Kuala (Batola) H. Bahrul Ilmi. Ia hadir sebagai orang tua salah seorang wisudawati, Ilviani, yang menyelesaikan pendidikan pada Program Studi S1 Psikologi.

Usai prosesi wisuda, Bahrul Ilmi berbincang dengan jajaran Badan Pembina Harian (BPH) UMBJM. Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga karena UMBJM berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Bahrul juga menyambut baik rencana pembangunan gedung Fakultas Kedokteran UMBJM di wilayah tersebut.

"Harus jadi gedung Kedokteran," harapnya.

Ketua BPH UMBJM Hesly Junianto mengapresiasi kehadiran Bupati Batola sekaligus komitmennya mendukung rencana pembangunan tersebut.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati di Marabahan," kata Hesly.

"Silakan Pak, kami tunggu," jawab Bahrul.

Kehadiran para orang tua turut mewarnai prosesi wisuda. Sejumlah momen haru terlihat ketika para wisudawan mengenang perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan orang tua hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pemindahan tali toga oleh jajaran pimpinan universitas serta penyerahan tanda kelulusan oleh dekan masing-masing fakultas.(Rilis) 

Lebih baru Lebih lama