TANJUNG, kalimantanprime.com – Kejuaraan sepak bola Piala Bupati dan Wakil Bupati Tabalong antarkecamatan 2026 resmi berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong berkomitmen mendorong pemain-pemain muda potensial untuk menembus kompetisi resmi, mulai dari Liga 4 hingga Liga 3.
Penutupan kejuaraan berlangsung di Stadion Pembataan, Rabu (14/10/2026) sore, ditandai dengan partai final yang mempertemukan tim Kecamatan Kelua U-21 melawan Kecamatan Haruai U-21. Laga tersebut menyajikan duel antarkecamatan dari wilayah selatan dan utara Tabalong.
Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, dalam sambutannya menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan sepak bola, khususnya dalam menjaring dan membina bibit-bibit pemain muda dari setiap kecamatan.
“Kita pemerintah daerah terus mendorong supaya nanti bibit pemain muda kita bisa ikut di Liga 4, bahkan bisa ke Liga 3,” ujar Noor Rifani.
Ia juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan turnamen serupa dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tabalong mendatang, dengan nilai hadiah yang lebih besar sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola daerah.
“Dalam rangka Hari Jadi Tabalong, kita akan merencanakan antarkecamatan dengan hadiah yang lebih besar lagi,” lanjutnya.
Menurutnya, turnamen antarkecamatan memiliki peran penting sebagai bagian dari pembinaan sepak bola sejak usia dini atau grassroots. Karena itu, para pemain diharapkan menjunjung tinggi sportivitas, menunjukkan kualitas permainan, serta terus meningkatkan prestasi.
“Karena ini kita mencari bibit-bibit kita nanti untuk ke Liga 4, dan saya kira ini kesempatan yang bagus buat para pemain untuk terus berprestasi pada hari ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Khalil Ikhwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kejuaraan hingga hari terakhir pelaksanaan.
Ia menilai, turnamen berlangsung kondusif berkat keterlibatan seluruh pihak, termasuk para suporter yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama pertandingan.
“Alhamdulillah sampai hari terakhir berjalan lancar, kami sangat senang, khususnya para suporter sudah dewasa, tidak ada yang ribut-ribut,” ujarnya.
Khalil menjelaskan, kejuaraan tersebut dirancang sebagai program pembinaan berjenjang untuk mengidentifikasi pemain-pemain potensial dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tabalong.
Pemain yang dinilai memiliki potensi dan berminat melanjutkan karier di kompetisi yang lebih tinggi akan didorong untuk mengikuti Liga 4 Kalimantan Selatan.
“Ini akan berjenjang, ini akan kita lanjutkan ke Liga 4 di Kalsel. Pemain potensial dan mau ikut nanti akan kita ajak ikut ke Liga 4,” terangnya.
Ia berharap, melalui penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan, kualitas sepak bola Tabalong semakin meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kami punya tagline, Tabalong Naik Level. Jadi kami berharap sepak bola Tabalong naik level. Kita kaya orang jua, bahkan kalau bisa kita harus lebih dari orang,” tutupnya.
Berakhirnya Piala Bupati dan Wakil Bupati Tabalong 2026 diharapkan menjadi awal bagi pembinaan yang lebih terarah, sehingga potensi pemain muda di tingkat kecamatan dapat berkembang dan memperoleh kesempatan tampil di kompetisi resmi yang lebih tinggi.(Red)
