![]() |
| Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Sangking Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026). |
KOTABARU, kalimantanprime.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Sangking Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026). Kobaran api yang mulai diketahui sekitar pukul 15.00 WITA itu baru berhasil dikuasai pada pukul 22.30 WITA setelah warga bersama aparat dan pihak perusahaan perkebunan berjibaku melakukan pemadaman.
Upaya penanganan berlangsung selama berjam-jam. Warga setempat bahu-membahu bersama personel Polsek, anggota Posramil, serta pihak perusahaan perkebunan untuk menjinakkan api agar tidak semakin meluas.
Dengan peralatan pemadam yang terbatas, warga dan petugas berupaya memadamkan kobaran api di tengah kondisi yang menyulitkan proses penanganan.
Minim Mesin Pemadam Jadi Kendala
Salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman adalah minimnya ketersediaan mesin pemadam api. Keterbatasan peralatan tersebut membuat proses pengendalian kobaran api membutuhkan waktu cukup lama.
Hingga pukul 20.43 WITA, api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Warga bersama aparat dan pihak perusahaan terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak merambat ke area yang lebih luas.
Kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla tersebut. Warga tetap berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia, sembari mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.
Api Dikuasai, Warga Tetap Berjaga
Setelah berjibaku selama berjam-jam, sekitar pukul 22.30 WITA api akhirnya berhasil dikuasai.
Meski demikian, warga belum meninggalkan lokasi kebakaran. Mereka masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Kewaspadaan tetap diperlukan meskipun kobaran api telah berhasil dikendalikan. Sisa bara yang belum sepenuhnya padam berpotensi kembali memicu api, terutama apabila kondisi di sekitar lokasi mendukung penyebaran kebakaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi karhutla, khususnya dalam hal ketersediaan sarana pemadaman yang memadai di wilayah rawan kebakaran.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai luas lahan yang terbakar maupun penyebab kebakaran tersebut.(San)
