BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Kebutuhan konektivitas untuk menunjang aktivitas digital masyarakat Kalimantan Selatan terus berkembang. Menjawab kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menghadirkan pengalaman jaringan 5G di Banjarmasin dan Banjarbaru, mulai dari mendukung kreativitas digital, aktivitas belajar dan bekerja, hingga menikmati hiburan dan bermain gim daring.
Kehadiran jaringan ini menjadi bagian dari upaya Indosat memperluas pengalaman digital pelanggan di dua kota dengan karakter aktivitas masyarakat yang beragam.
Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital, Banjarmasin mencatat skor 54,94, sedangkan Banjarbaru memperoleh 45,04. Data tersebut menjadi gambaran kapasitas masyarakat dalam ekosistem digital, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan konektivitas untuk menunjang pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui jaringan 5G di wilayah yang telah terjangkau, pelanggan dapat menikmati pengalaman konektivitas yang lebih responsif untuk streaming, mengunggah konten, bermain gim daring, hingga menggunakan aplikasi digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna menunjang produktivitas.
EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto, mengatakan konektivitas menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, baik untuk hiburan maupun kebutuhan produktif.
“Bagi masyarakat, konektivitas yang baik berarti bisa menjalankan aktivitas digital dengan lebih nyaman, mulai dari bermain game, menikmati hiburan, hingga belajar dan bekerja. Melalui Indosat 5G, kami ingin menghadirkan pengalaman yang semakin lancar dan responsif sesuai kebutuhan pelanggan di Banjarmasin dan Banjarbaru. Inilah bagian dari semangat #LebihBaikIndosat, menghadirkan teknologi yang manfaatnya semakin dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Bidik Kebutuhan UMKM hingga Kreativitas Digital
Sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Selatan, Banjarmasin memiliki aktivitas ekonomi yang membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan platform digital dalam mempromosikan produk serta menjangkau konsumen lebih luas.
Sementara itu, perkembangan Banjarbaru sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan kawasan permukiman turut mendorong kebutuhan konektivitas untuk menunjang kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan jaringan tidak lagi terbatas pada komunikasi, tetapi juga mendukung pembuatan konten kreatif, pengembangan usaha daring, pemanfaatan aplikasi berbasis AI, serta hiburan digital.
Indosat menyatakan pengalaman jaringan 5G di kedua kota tersebut dapat dinikmati pelanggan yang berada di wilayah cakupan, dengan perangkat dan layanan yang mendukung teknologi tersebut.
Melalui kampanye “Mau Ini Itu, Ya Indosat 5G”, perusahaan ingin mendekatkan layanan konektivitas dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk aktivitas produktif maupun hiburan.
Indosat juga menyatakan akan terus mengembangkan kualitas pengalaman jaringan seiring meningkatnya kebutuhan digital pelanggan.
Meski demikian, pengalaman penggunaan 5G tetap bergantung pada cakupan jaringan di lokasi, kompatibilitas perangkat, serta dukungan layanan yang digunakan pelanggan.(Wamen)
