
Disnaker Tabalong berkolaborasi dengan PT United Tractors (UT) Site Tanjung dan UT School untuk mencetak tenaga kerja terampil di bidang mekanik alat berat. (Foto: Ist)
TANJUNG, kalimantanprime.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi. Kali ini, Disnaker berkolaborasi dengan PT United Tractors (UT) Site Tanjung dan UT School untuk mencetak tenaga kerja terampil di bidang mekanik alat berat.
Program yang digelar di Gedung UT School Site Tanjung, Kelurahan Mabuun, tersebut diikuti 12 peserta terpilih yang akan menjalani pelatihan Basic Mechanic Course (BMC) Alat Berat selama sekitar dua bulan, terhitung sejak 26 Oktober hingga 29 Desember 2026.
Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan target 15 ribu tenaga kerja terampil yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong.
Menurutnya, pelatihan BMC Alat Berat menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia industri dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten serta siap memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya sektor pertambangan.
“BMC ini baru pertama kali digelar. Mudah-mudahan menjadi awal yang baik bagi kerja sama kami dengan UT School, sekaligus memberikan yang terbaik bagi anak-anak untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia usaha dan dunia industri, khususnya di sektor pertambangan,” ujar Hady.
Melihat besarnya kebutuhan tenaga kerja terampil, Disnaker Tabalong berencana melanjutkan dan mengembangkan program serupa melalui pelatihan di bidang alat berat. Koordinasi dengan UT School dan perusahaan pertambangan, termasuk PT Adaro, juga akan diperkuat untuk mendukung penyediaan peralatan serta pelaksanaan pelatihan lanjutan.
Hady menyebutkan, kapasitas pelatihan yang selama ini umumnya berjumlah 16 peserta per kelas berpeluang ditingkatkan dengan membuka dua kelas pada pelaksanaan berikutnya.
Ia menilai profesi mekanik dasar dan operator alat berat masih memiliki prospek yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Kebutuhan tersebut sejalan dengan aktivitas industri pertambangan dan perusahaan lainnya yang memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan teknis sesuai standar industri.
Selain kompetensi teknis, Hady menegaskan pentingnya pembentukan karakter peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, ada empat aspek utama yang harus dikuasai calon tenaga kerja, yakni skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan), attitude (sikap), dan behavior (perilaku).
“Sikap dan perilaku adalah yang paling penting. Saya sangat bersyukur anak-anak ini mendapatkan bimbingan mental hampir setiap hari selama pendidikan untuk membentuk dan mengubah karakter mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Site Operation Head PT United Tractors Site Tanjung, Heri Priyo Mahargyo, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan materi di kelas dan simulasi, tetapi juga direncanakan mengikuti pemagangan secara langsung menggunakan unit alat berat.
UT, lanjutnya, siap mendukung proses pemagangan tersebut. Namun, pelaksanaannya di area konsesi pertambangan, seperti wilayah operasional Adaro maupun lokasi lainnya, memerlukan koordinasi dan perizinan dari pihak-pihak terkait.
“Ada tiga pihak yang perlu berkomunikasi dan berkoordinasi, yaitu UT, pemerintah melalui Disnaker, serta perusahaan pemilik wilayah operasional,” jelas Heri.
Terkait peluang kerja setelah pelatihan, Heri mengatakan UT memiliki pemahaman mengenai kebutuhan tenaga mekanik di wilayah Tabalong dan sekitarnya. Hal itu didukung oleh banyaknya perusahaan yang menggunakan produk alat berat UT.
Karena itu, UT akan membantu menjembatani informasi mengenai peluang kerja bagi para lulusan agar mereka dapat memperoleh kesempatan memasuki dunia industri sesuai kompetensi yang dimiliki.
Meski demikian, Heri menegaskan bahwa kelulusan pelatihan tidak secara otomatis menjamin peserta langsung diterima bekerja. Keputusan perekrutan tetap menjadi kewenangan perusahaan, dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja dan kualitas masing-masing pelamar.
“Kami dan Disnaker memiliki tujuan yang sama, yaitu mencetak tenaga kerja kompeten yang siap memenuhi kebutuhan industri. Namun, keputusan diterima atau tidaknya lulusan sepenuhnya bergantung pada perusahaan perekrut dan kualitas personal peserta,” tuturnya.
Ia berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya, baik untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun membangun karakter profesional.
Menurutnya, penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku menjadi bekal penting bagi calon mekanik agar mampu bersaing di dunia kerja sekaligus menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan lembaga yang telah membina mereka.
Diketahui, 12 peserta yang mengikuti pelatihan BMC Alat Berat tersebut merupakan hasil seleksi dari 48 calon peserta. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus memperbesar peluang masyarakat Tabalong untuk terserap di sektor industri dan pertambangan. (Red)