Breaking News
Loading...

Desa Warukin Jalani Tahap Akhir Penilaian Desa Berprestasi Tingkat Nasional

Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjalani tahapan pemaparan dan wawancara dalam penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

TANJUNG, kalimantanprime.com
– Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjalani tahapan pemaparan dan wawancara dalam penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Desa Warukin sebelumnya ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Tabalong setelah berhasil meraih juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Tahapan pemaparan dan wawancara berlangsung pada Senin (5/10/2026) di Aula Command Center Lantai II Kantor Sekretariat Daerah Tabalong.

Dalam tahapan tersebut, Kepala Desa Warukin, Dedy Unjang, memaparkan berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan pemerintah desa. Setelah pemaparan, tim penilai dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri melakukan sesi wawancara secara virtual.

Dedy Unjang mengatakan, Desa Warukin saat ini juga menghadapi tahapan penilaian tingkat regional bersama lima desa lainnya dari wilayah Kalimantan.

Salah satu inovasi unggulan yang menjadi andalan Desa Warukin adalah SMaRT Desa atau Satu Data Desa. Inovasi tersebut menyediakan data mengenai jumlah serta kondisi penduduk yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan program pembangunan desa.

“SMaRT Desa ini dapat digunakan dalam mengambil kebijakan, untuk mengetahui jumlah dan kondisi penduduk Desa Warukin. Dengan data tersebut, kami bisa mengambil kesimpulan dan memberikan data yang akurat dalam setiap program yang dilaksanakan di desa,” kata Dedy.

Menurutnya, SMaRT Desa juga memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan administrasi pemerintahan desa. Warga dapat mengurus surat-menyurat melalui telepon pintar tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

“Untuk pembuatan surat-menyurat, masyarakat tidak harus datang ke kantor desa. Cukup menggunakan smartphone yang di dalamnya sudah ada SMaRT Desa,” ujarnya.

Dedy menambahkan, pemerintah Desa Warukin telah melakukan berbagai persiapan, termasuk melengkapi dokumen administrasi serta mempersiapkan materi yang akan dipaparkan dalam tahapan penilaian.

“Kesiapan kami menghadapi penilaian cukup banyak. Segala sesuatunya sudah kami laksanakan, termasuk dokumen dan lainnya. Kami juga harus siap membuktikan apa yang kami sampaikan dan menjawab pertanyaan dari tim penilai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong, Aditya Pula Nugraha, mengatakan keikutsertaan Desa Warukin dalam penilaian tingkat nasional merupakan hasil dari proses panjang mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Desa Warukin sebelumnya berhasil menjadi juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dan kemudian ditunjuk mewakili Kalsel dalam ajang tingkat nasional.

“Tahapan yang sudah dilalui, kami sudah mengumpulkan administrasinya. Saat ini dilakukan penilaian melalui paparan maupun wawancara,” kata Aditya.

Menurut Aditya, berdasarkan informasi awal dari Kementerian Dalam Negeri, tahapan tersebut merupakan tahap akhir. Namun, masih terdapat kemungkinan adanya penilaian lanjutan apabila tahapan regional digabungkan dengan regional lainnya.

“Informasi awal dari Kementerian, ini merupakan tahap akhir. Tetapi ada kemungkinan ketika dilakukan penilaian secara regional, digabung lagi dengan regional lain. Sementara masih dalam konsep,” jelasnya.

Aditya menilai Desa Warukin memiliki keunggulan tidak hanya dari sisi administrasi pemerintahan, tetapi juga keberagaman adat dan budaya yang masih sangat kuat.

“Desa Warukin secara administratif memang paling bagus. Tetapi nilai jual utamanya adalah keberagaman adat istiadat dan budaya yang sangat kental. Mereka mampu menyatukan keberagaman tersebut sehingga menjadi modal dalam pembangunan,” ujarnya.

Selain kekuatan budaya, Desa Warukin juga dinilai memiliki sejumlah inovasi, terutama dalam penerapan Satu Data Desa dan digitalisasi pelayanan administrasi pemerintahan.

Dinilai Jadi Percontohan Desa Cinta Statistik

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, mengapresiasi pelaksanaan pemaparan yang dilakukan Kepala Desa Warukin. Menurutnya, materi yang disampaikan sudah lengkap dan komprehensif serta mampu dipresentasikan sesuai waktu yang diberikan.

“Kalau melihat dari presentasi yang telah dipaparkan Kepala Desa Warukin, dari sisi waktu tepat, kemudian dari sisi materi sangat lengkap dan komprehensif. Hal itu juga telah diakui oleh juri dan tim penilai,” kata Noor Rifani.

Ia mengatakan, seluruh materi yang dipaparkan, termasuk video dan presentasi, dapat disampaikan dengan baik. Begitu pula dengan sesi wawancara yang dinilai mampu dijawab secara baik oleh Kepala Desa Warukin.

Noor Rifani optimistis Desa Warukin dapat menjadi salah satu desa yang diperhitungkan dalam penilaian tingkat nasional.

Menurutnya, Desa Warukin juga menjadi salah satu role model bagi Kabupaten Tabalong dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), khususnya dalam penyediaan data statistik berbasis elektronik.

“Desa Warukin menjadi salah satu role model dari Kabupaten Tabalong untuk Desa Cinta Statistik, yaitu bagaimana menyiapkan data-data statistik berbasis elektronik yang bisa menjadi bahan musyawarah pembangunan desa dan menjadi data untuk pengambilan kebijakan di desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut akan didorong untuk diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Tabalong. Pemerintah daerah juga telah meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mendorong setiap desa memiliki data statistik seperti yang telah diterapkan di Desa Warukin.

“Hal ini sudah kami tiru dan kami perintahkan kepada Diskominfo agar seluruh desa di Kabupaten Tabalong mempunyai data-data statistik seperti di Desa Warukin sebagai pilot project,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tabalong, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap inovasi yang dikembangkan Desa Warukin, termasuk penerapan SMaRT Desa sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan berbasis data.(Red) 

Lebih baru Lebih lama