KOTABARU, kalimantanprime.com — Kegiatan alam terbuka bukan sekadar soal keberanian menaklukkan medan. Tanpa pengetahuan dan persiapan yang matang, aktivitas di alam bebas justru dapat berubah menjadi risiko. Pesan itulah yang dibawa Keluarga Pecinta Alam (Argapala) Sebatung saat berbagi ilmu mountaineering kepada pelajar MAN Kotabaru dalam kegiatan Perkemahan Penerimaan Pramuka Penegak Madrasah (P4M), Sabtu (6/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pengurus dan anggota Argapala Sebatung memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar mountaineering, teknik menyusun perlengkapan ke dalam tas atau packing, hingga tata cara berkemah yang aman dan benar.
Ketua Argapala Sebatung, H. Wahyu Rofian Noor, menegaskan bahwa kegiatan di alam bebas membutuhkan lebih dari sekadar semangat. Pengetahuan dasar mengenai keselamatan menjadi hal yang wajib dimiliki setiap orang sebelum memasuki alam terbuka.
“Kegiatan di alam bebas membutuhkan persiapan dan pengetahuan yang cukup. Jangan hanya ingin menikmati alam, tetapi harus memahami bagaimana menjaga keselamatan diri, teman, dan juga lingkungan,” ujar Wahyu.»
Menurut Wahyu, salah satu hal mendasar yang kerap dianggap sepele adalah teknik menyusun perlengkapan di dalam tas. Packing yang tepat tidak hanya membuat barang lebih mudah ditemukan, tetapi juga berpengaruh terhadap keseimbangan beban dan kenyamanan selama perjalanan.
“Barang yang dibawa harus disesuaikan dengan kebutuhan. Cara menyusun perlengkapan juga tidak boleh sembarangan, karena akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan beban yang kita bawa selama perjalanan,” jelasnya.
Selain teori, pembekalan tersebut diarahkan agar para peserta memahami bahwa kegiatan alam bebas memiliki prosedur dan prinsip keselamatan yang harus dipatuhi.
Bagi Argapala Sebatung, mengenalkan dunia mountaineering kepada pelajar bukan semata-mata untuk mencetak pendaki. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui pengalaman langsung di alam.
Wahyu berharap ilmu yang diperoleh para peserta P4M tidak berhenti setelah kegiatan perkemahan berakhir. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka mengikuti kegiatan alam bebas di kemudian hari.
“Kami berharap adik-adik bisa mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini. Yang paling penting, berani berkegiatan di alam tetapi tetap mengutamakan keselamatan, disiplin, kerja sama, dan menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Argapala Sebatung, Wakil Ketua, Sekretaris, serta sejumlah anggota Argapala. Turut hadir Ketua Pembina Pramuka Gugus Depan MAN Kotabaru.
Keterlibatan Argapala Sebatung dalam P4M MAN Kotabaru menunjukkan peran organisasi pecinta alam tidak hanya berkutat pada aktivitas pendakian dan petualangan, tetapi juga memiliki ruang penting dalam edukasi generasi muda.
Melalui pengenalan dasar mountaineering, teknik packing, hingga keselamatan di alam terbuka, para pelajar diajak memahami bahwa mencintai alam harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
Sebab, menjadi pecinta alam bukan hanya tentang mampu mencapai puncak, tetapi juga tentang mampu menjaga diri, menghargai sesama, dan meninggalkan alam tetap lestari.(San)
