![]() |
| Rabiul Awal 1448 Hijriah menjadi momentum bagi manajemen Rumah Sakit Umum Daerah H Damanhuri atau RSHD Barabai menanamkan nilai keteladanan Rasulullah. |
BARABAI, kalimantanprime.com - Rabiul Awal 1448 Hijriah menjadi momentum bagi manajemen Rumah Sakit Umum Daerah H Damanhuri atau RSHD Barabai menanamkan nilai keteladanan Rasulullah.
Pada bulan bersejarah penting umat islam ini, RSHD Barabai menggelar Maulid Nabi Muhammad Saw di Aula Lantai II.
Peringatan Maulid menghadirkan Pimpinan Majelis Taklim Al-Kahfi, Habib Shalihin Ikmal Al Habsy sebagai penceramah.
Direktur RSHD Barabai, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan itu.
Ia menilai, Maulid Nabi dapat menjadi ruang bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi diri. Sekaligus memperkuat keteladanan terhadap akhlak Rasulullah.
Kata Nanda, sifat sabar, jujur, suka menolong, ramah dan tidak berbuat kasar merupakan nilai-nilai yang penting untuk terus diterapkan. Terlebih dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” harap dokter spesialis bedah itu, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, dalam tausiah Habib Ikmal menekankan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan. Harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan menghidupkan sunnah-sunnah beliau.
“Tanda cinta kita kepada Nabi adalah memperbanyak sholawat, membela syariat Nabi, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, mengingat perjuangan Nabi dan para sahabat, serta membantu umat Nabi,” papar Habib Ikmal.
Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan diri menjawab seruan azan dan membaca doa setelah azan. Kebiasaan sederhana itu, ujarnya, merupakan salah satu bentuk kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah SAW sekaligus ikhtiar untuk memperoleh syafaat.
Habib Ikmal kemudian mengajak para karyawan RSHD Barabai membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah ke dalam aktivitas mereka.
"Sunnah Nabi tidak hanya diamalkan dalam kehidupan ibadah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap dalam bekerja dan melayani masyarakat," jelasnya.
"Cinta itu dibuktikan dengan amal. Mudah-mudahan kita diberi kemampuan untuk mengamalkan sunnah Nabi dan menerapkannya dalam pekerjaan, keluarga dan bermasyarakat,” tutup sang habib. (mlz)
