![]() |
| Ibu MFA, Atikah Orang Tua Korban Farhan |
BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Tangis keluarga masih pecah setelah dua siswa MTs Muhammadiyah Al-Furqan Banjarmasin, MFA (13) dan RAF (13), meninggal dunia saat mengikuti Kemah Akbar di kawasan Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kabupaten Barito Kuala.
Keluarga korban meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut, terutama terkait pengawasan siswa dan kondisi kolam tempat kedua korban ditemukan.
Ibu MFA, Atikah, mengaku baru mengetahui anaknya hilang setelah mendapat kabar dari orang tua siswa lain. Ia pun kecewa karena pihak sekolah dinilai lambat memberi informasi kepada keluarga.
“Sekolahnya lambat memberitahu. Harusnya kalau anak hilang, orang tuanya segera ditelepon dan pencarian dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Atikah juga mempertanyakan kondisi kolam yang disebut cukup dalam dan berlumpur. Ia mendapat informasi bahwa sejumlah siswa berada di sekitar kolam setelah mengikuti permainan basah-basahan.
“Anak saya belum bisa berenang. Kenapa tidak diselamatkan secepatnya?” katanya.
Senada, keluarga RAF turut mempertanyakan pengawasan panitia. Tante korban, Hilda, menyebut sempat ada siswa yang melaporkan keberadaan anak-anak di sekitar kolam.
Namun, menurut informasi yang diterimanya, lokasi tersebut disebut hanya “cetek”.
“Anak-anak di bawah umur, harusnya diawasi. Apalagi ada yang tidak bisa berenang,” ujarnya.
Keluarga pun meminta kepolisian mengungkap secara jelas bagaimana kedua korban bisa sampai berada di dasar kolam hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Kami perlu keadilan dan jangan sampai terulang kembali,” katanya.
Sementara itu, pihak MTs Muhammadiyah Al-Furqan menyatakan kegiatan telah dilaksanakan sesuai SOP.
Wakil Direktur Kesantrian MTs Muhammadiyah Al-Furqan, Roy Akhriannoor, mengatakan kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian. Sekolah juga memastikan akan melakukan evaluasi.
“Kami berusaha sebaik mungkin melaksanakan kegiatan sesuai SOP. Ke depannya tentu ada perbaikan dan evaluasi,” ujarnya.
Diketahui, kedua korban ditemukan di dasar kolam di belakang gedung UMB pada Minggu (6/9/2026). Sebelumnya, keduanya diketahui hilang saat peserta bersiap pulang dan dilakukan absensi.
Keduanya kemudian ditemukan di dalam kolam, berada di bawah tumbuhan teratai.
MFA dimakamkan di Turbah Jalan Masjid Jami, sedangkan RAF dimakamkan di Alkah Keluarga Panglima Batur, Sungai Jingah.
Kapolres Barito Kuala AKBP Susila Wati saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Maaf, masih kami dalami. Mohon waktu,” ujarnya. (Kyu)
