Breaking News
Loading...

Sangking Baru Bangun Lingkungan Sehat, TOGA Didorong Jadi Potensi Ekonomi Warga


KOTABARU, kalimantanprime.com
— Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan dengan memasang bendera dan menghias lingkungan. Di Desa Sangking Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, momentum kemerdekaan dimanfaatkan warga untuk membangun kesadaran hidup sehat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Lomba lingkungan sehat menjadi salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat. Kegiatan ini dimotori ibu-ibu PKK melalui kelompok dasa wisma dan melibatkan sejumlah RT di Desa Sangking Baru.

Tahun ini, peserta lomba di antaranya Dasa Wisma RT 06, Dasa Wisma RT 05, Dasa Wisma RT 04, dan Dasa Wisma RT 03 Desa Sangking Baru.

Yang menarik, TOGA tidak sekadar dipandang sebagai pelengkap penataan lingkungan. Bagi warga, keberadaan tanaman obat di sekitar rumah memiliki manfaat lebih luas: menjaga kesehatan keluarga, memanfaatkan lahan yang tersedia, sekaligus membuka peluang ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Kepala Desa Sangking Baru, Asrul Pani, mengatakan lomba lingkungan sehat tidak boleh berhenti setelah perayaan HUT Kemerdekaan selesai. Menurutnya, semangat yang tumbuh dari perlombaan harus menjadi kebiasaan dan gerakan bersama masyarakat.

“Lomba ini bukan hanya sekadar saat peringatan HUT RI. Harapannya harus berlanjut. TOGA ini juga bisa untuk peningkatan ekonomi bagi warga apabila kebun ini dikembangkan dan dirawat,” ujar Asrul Pani kepada awak media, Rabu (19/8/2026).

Ia mengungkapkan, kegiatan lomba lingkungan telah dilaksanakan selama tiga tahun. Namun, pelaksanaannya masih perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh masyarakat.

“Untuk kegiatan lomba lingkungan ini, sudah tiga tahun kami melaksanakannya, tetapi memang masih belum maksimal. Mudah-mudahan tahun depan seluruh RT di Desa Sangking Baru sudah memiliki TOGA masing-masing,” katanya.

Asrul berharap Pemerintah Desa bersama masyarakat dapat membangun komitmen yang lebih kuat. Dukungan, pembinaan, serta pemberian saran kepada setiap RT dinilai penting agar pengelolaan lingkungan tidak sekadar mengejar penilaian lomba, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Semangat serupa disampaikan Ketua BPD Desa Sangking Baru. Ia menegaskan, kegiatan lingkungan sehat dan pengembangan TOGA harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Selaku Ketua BPD Desa Sangking Baru, kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Apa pun yang menjadi kendala, mari kita pikirkan dan selesaikan bersama-sama. Tujuannya tentu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Sangking Baru,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh RT menjadi salah satu kunci agar program tersebut dapat berkembang. Jika tahun ini baru sebagian RT yang berpartisipasi, maka tahun depan diharapkan seluruh RT dapat ikut ambil bagian.

“Kami akan mengajak dan mendorong seluruh RT untuk ikut serta. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 06, Muda'i, menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan dapat dikembangkan lebih jauh dari sekadar lomba.

Menurutnya, persiapan menghadapi perlombaan sudah dilakukan sejak sebelum pertengahan Agustus. Warga bergotong royong memperbaiki dan mempercantik lingkungan, antara lain dengan membuat pagar dari bambu. Ibu-ibu juga mengambil peran dalam menghias lingkungan.

“Dengan adanya lomba ini, kami berharap lingkungan kami bisa semakin maju dan lebih tertata,” ujar Muda'i.

Lebih jauh, ia menyebut pengembangan TOGA di lingkungan RT 06 sebenarnya telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Tidak hanya tanaman obat, warga juga mulai mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat.

Di antaranya kegiatan menjahit dan pembuatan serbuk minuman. Bahkan, produk serbuk minuman hasil kegiatan warga tersebut telah dipasarkan hingga tingkat kabupaten.

Fakta ini menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan memiliki peluang untuk berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara konsisten.

“Sejak tahun lalu, TOGA sudah mulai dikembangkan. Di lingkungan RT 06 juga ada berbagai kegiatan usaha, seperti menjahit dan pembuatan serbuk minuman. Produk serbuk minuman tersebut juga sudah dipasarkan hingga tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Lomba lingkungan sehat di Desa Sangking Baru pada akhirnya bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Di balik pagar bambu, tanaman obat dan hiasan lingkungan, terdapat pesan yang jauh lebih penting: bagaimana masyarakat mampu mengubah lingkungan tempat tinggal menjadi ruang yang sehat, produktif dan memiliki nilai ekonomi.

TOGA yang dirawat secara berkelanjutan dapat menjadi sumber bahan obat tradisional bagi keluarga. Jika dikembangkan lebih serius, tanaman tersebut juga berpotensi diolah menjadi produk bernilai jual.

Karena itu, pekerjaan rumah Desa Sangking Baru bukan berhenti pada pelaksanaan lomba. Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat gotong royong tetap hidup setelah penilaian berakhir.

Jika seluruh RT nantinya mampu mengembangkan TOGA, kegiatan produktif ibu-ibu semakin berkembang, dan hasil olahan warga mampu menembus pasar yang lebih luas, maka lomba lingkungan sehat telah berhasil melampaui tujuan awalnya.

Ia tidak lagi sekadar menjadi agenda tahunan menyambut HUT Kemerdekaan, tetapi berubah menjadi gerakan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sehat, memperkuat gotong royong, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi warga Desa Sangking Baru. (San) 

Lebih baru Lebih lama