Breaking News
Loading...

SMA Kelas Jauh Gendang Timburu Resmi Beroperasi, Buka Asa Baru Pendidikan Anak Kecamatan Sungai Durian


KOTABARU, kalimantanprime.com – Mimpi anak-anak Kecamatan Sungai Durian untuk mengenyam pendidikan menengah kini mulai menjadi kenyataan. SMA Kelas Jauh yang berlokasi di Desa Gendang Timburu resmi memulai kegiatan belajar mengajar, membuka harapan baru bagi puluhan pelajar yang selama ini harus menghadapi kendala jarak dan biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Sekolah yang masih berstatus sebagai kelas jauh dari SMA Negeri 1 Pamukan Barat itu mulai beroperasi, hal ini terpantau awak media pada Kamis (30/7/2026). Sebanyak 27 siswa dari Desa Gendang Timburu dan Desa Buluh Kuning kini mengikuti proses pembelajaran tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah induk.

Meski masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan dukungan guru-guru dari SMA Negeri 1 Pamukan Barat melalui jaringan internet.

Wali pendamping kelas jauh, Darsani, mengatakan proses pembelajaran sejauh ini berjalan cukup baik. Kendala yang dihadapi hanya sesekali gangguan jaringan internet.

 "Saat ini kendala hanya terjadi ketika sinyal internet terganggu. Namun jika jaringan kembali normal, pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar. Kami berharap kualitas jaringan terus membaik agar proses belajar mengajar semakin optimal," ujarnya.

Menurut Darsani, semangat belajar para siswa sangat tinggi. Selain mengikuti pelajaran dengan antusias, mereka juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, khususnya olahraga bola voli.

"Anak-anak sangat bersemangat mengikuti pembelajaran dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Ini menjadi modal penting untuk membangun kualitas pendidikan di daerah ini," katanya.

Salah seorang siswi kelas X, Marchellia Anisa Putri, mengaku bersyukur dengan hadirnya SMA Kelas Jauh di desanya. Menurutnya, sekolah tersebut membuat akses pendidikan menjadi jauh lebih mudah.

"Sekolah ini sangat membantu karena jaraknya lebih dekat dari rumah dibanding harus bersekolah di sekolah induk," ungkapnya.

Meski demikian, Marchellia mengakui masih ada kendala teknis saat pembelajaran berlangsung.

 "Kadang jaringan internet kurang stabil sehingga tampilan saat pembelajaran menjadi buram. Tetapi secara keseluruhan proses belajar tetap berjalan lancar," tuturnya.

Ia berharap sekolah yang baru beroperasi tersebut dapat berkembang menjadi sekolah mandiri dengan fasilitas dan tenaga pendidik yang lengkap.

"Semoga sekolah ini semakin maju dan nantinya memiliki guru tetap sehingga pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka," harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gendang Timburu, Yunuari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya SMA Kelas Jauh, khususnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pelsart Tambang Kencana.

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Sungai Durian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pelsart Tambang Kencana melalui program CSR yang telah membantu pembangunan gedung sekolah. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung hingga sekolah ini dapat mulai beroperasi," ujarnya.

Yunuari menilai kehadiran sekolah tersebut membawa dampak besar bagi masyarakat. Selama ini, banyak siswa harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju SMA Negeri 1 Pamukan Barat dengan biaya yang tidak sedikit.

 "Dengan adanya SMA Kelas Jauh ini, beban biaya pendidikan masyarakat menjadi lebih ringan, terutama bagi keluarga yang kurang mampu," katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat segera menempatkan tenaga pendidik tetap agar proses pembelajaran tidak lagi bergantung pada sistem daring.

 "Harapan kami, SMA ini dapat segera berdiri secara mandiri dan memiliki guru tetap sehingga proses belajar mengajar bisa dilakukan sepenuhnya secara tatap muka," ucapnya.


Yunuari juga mengungkapkan bahwa sekolah tersebut belum lama ini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui kunjungan Staf Ahli Gubernur. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memberikan dukungan agar pengembangan sekolah terus mendapat perhatian.

Dengan mulai beroperasinya SMA Kelas Jauh di Desa Gendang Timburu, harapan baru bagi pemerataan pendidikan di pedalaman Kabupaten Kotabaru semakin terbuka. Kehadiran sekolah ini tidak hanya mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak desa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta mencetak generasi muda yang lebih siap membangun daerahnya di masa depan.(San) 



Lebih baru Lebih lama