Breaking News
Loading...

Serangan Buaya Kembali Teror Sungai Cantung, Pencarian Bocah 8 Tahun Masuki Hari Kedua, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Selasa (15/7/2026), memasuki hari kedua pencarian Dani (8) yang diduga diterkam buaya.

KOTABARU
, kalimantanprime.com – Teror buaya di Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, kembali memakan korban. Memasuki hari kedua operasi pencarian terhadap Dani (8), bocah yang diduga diterkam buaya, tim gabungan memperluas penyisiran hingga satu kilometer ke arah hilir. Di tengah upaya pencarian, masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi tingginya populasi buaya yang dinilai semakin mengancam keselamatan warga.

Operasi pencarian pada Selasa (15/7/2026) melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Polsek, aparat desa, relawan, masyarakat, hingga keluarga korban. Penyisiran difokuskan dari titik lokasi kejadian menuju arah hilir Sungai Cantung.

Tim SAR menjelaskan kondisi di lapangan masih menjadi tantangan. Air sungai sedang pasang, berwarna keruh, dengan arus yang cukup kuat mengalir dari hulu ke hilir sehingga menyulitkan proses pencarian.

"Pada hari ini kami melaksanakan pencarian hari kedua bersama Basarnas, BPBD, Polsek, aparat desa, masyarakat, dan keluarga korban. Pencarian dilakukan dari lokasi kejadian ke arah hilir dengan radius sekitar satu kilometer," ujar petugas Tim SAR.

Tim SAR memastikan operasi pencarian akan tetap dilanjutkan sesuai prosedur apabila korban belum ditemukan.

"Sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari," jelasnya.

Kepala Desa Sungai Kupang, Muhammad Saleh, mengatakan puluhan warga ikut turun langsung membantu pencarian menggunakan sejumlah perahu. Menurutnya, solidaritas masyarakat sangat besar karena peristiwa tersebut kembali mengguncang desa mereka.

"Kurang lebih 50 warga ikut melakukan pencarian menggunakan beberapa perahu. Selain masyarakat, pencarian juga dibantu BPBD, Basarnas, dan Tim SAR Kabupaten Kotabaru," katanya.

Namun di balik pencarian itu, Muhammad Saleh menegaskan persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah meningkatnya ancaman buaya di Sungai Cantung. Ia berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang.

"Kami berharap pemerintah segera mencari solusi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Kepada masyarakat, khususnya para orang tua, kami mengimbau agar tidak membiarkan anak-anak beraktivitas di sungai tanpa pengawasan," ujarnya.

Ia mengakui sungai merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Desa Sungai Kupang sehingga aktivitas mencari ikan maupun transportasi air sulit dihentikan. Karena itu, langkah paling realistis adalah meningkatkan kewaspadaan, terutama melarang anak-anak bermain di sungai.

"Yang paling penting adalah mengurangi aktivitas anak-anak di sungai karena sebagian besar korban merupakan anak-anak," tegasnya.

Desakan serupa juga disampaikan Arbain, warga Desa Sungai Kupang. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Kotabaru segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan populasi buaya yang dinilai semakin banyak di sepanjang aliran Sungai Cantung.

Menurutnya, pemerintah perlu menggandeng instansi yang berwenang untuk melakukan penanganan, mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga upaya relokasi atau langkah lain yang sesuai dengan ketentuan.

"Kami berharap ada tindakan nyata. Berikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya buaya dan cara menghindari konflik. Jika memungkinkan, lakukan penangkapan dan relokasi sesuai aturan agar keberadaan buaya tidak lagi membahayakan masyarakat," katanya.

Arbain mengungkapkan, berdasarkan ingatan warga, insiden serangan buaya di Sungai Cantung bukan lagi kejadian pertama.

"Sepengetahuan kami, ini sudah kejadian yang keempat atau kelima. Hampir setiap tahun selalu ada insiden serupa di Sungai Cantung," ungkapnya.

Berulangnya kasus serangan buaya di kawasan tersebut semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar pemerintah segera menyusun strategi mitigasi konflik manusia dan satwa liar. Warga berharap tragedi yang terus berulang ini menjadi peringatan serius sehingga tidak ada lagi korban jiwa di masa mendatang.(San) 

Lebih baru Lebih lama