Breaking News
Loading...

Korban Diterkam Buaya di Sungai Cantung Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup; Camat: Jangan Biarkan Anak Bermain di Sungai

Operasi pencarian terhadap bocah yang diduga diterkam buaya di Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, resmi dihentikan setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (15/7/2026)

KOTABARU, kalimantanprime.com
  – Operasi pencarian terhadap bocah yang diduga diterkam buaya di Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, resmi dihentikan setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (15/7/2026).

Penutupan operasi pencarian dilakukan setelah tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, aparat desa, relawan, dan masyarakat berhasil menemukan korban sekitar 150 meter dari lokasi awal kejadian. Dengan ditemukannya korban, misi pencarian yang berlangsung selama dua hari dinyatakan selesai.

Camat Kelumpang Hulu, Rahmatullah Noor, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Basarnas, BPBD, TNI, Polri, para relawan, serta masyarakat yang tanpa mengenal lelah membantu proses pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan. Solidaritas dan kepedulian semua pihak sangat luar biasa," ujarnya.

Rahmatullah juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sepanjang Sungai Cantung yang diketahui menjadi habitat buaya muara.

"Orang tua harus memberikan pengawasan yang lebih ketat kepada anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas agar peristiwa serupa tidak kembali terulang," tegasnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan menyatakan pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari titik lokasi kejadian ke arah hilir meski dihadapkan pada kondisi air pasang, arus yang cukup kuat, dan air yang keruh.

Koordinator Tim Basarnas Adi Maulana dalam operasi tersebut mengatakan seluruh personel telah mengerahkan kemampuan terbaik hingga korban akhirnya ditemukan.

"Seluruh unsur SAR telah bekerja maksimal sesuai prosedur operasi. Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi kami tutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing," ujar perwakilan Basarnas.

Sementara itu, perwakilan BPBD Muhammad Fahmi yang ikut dalam operasi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman satwa liar di sepanjang bantaran Sungai Cantung.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas sendirian di tepian sungai, selalu mengawasi anak-anak, dan segera melaporkan kepada aparat apabila melihat keberadaan buaya di sekitar permukiman," kata perwakilan BPBD.

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat akan tingginya potensi konflik antara manusia dan buaya muara di Sungai Cantung. Pemerintah bersama instansi terkait diharapkan segera menyusun langkah mitigasi agar ancaman serupa dapat diminimalkan dan keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai lebih terjamin.(San) 

Lebih baru Lebih lama