KOTABARU, kalimantanprime.com – Warga Dusun Juhu Bincatan, Desa Muara Urie, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, kembali menyuarakan harapan agar pemerintah segera membangun akses jalan dan jembatan menuju wilayah mereka. Selama lebih dari satu dekade, masyarakat mengaku harus berjuang melewati medan berat hanya untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harapan tersebut disampaikan salah seorang warga, Adin, kepada Kalimantanprime.com, Rabu (22/7/2026).
Menurut Adin, permohonan pembangunan jalan dan jembatan telah disampaikan sejak tahun 2014. Namun hingga kini, akses yang layak menuju Dusun Juhu Bincatan belum juga terwujud.
"Sejak tahun 2014 kami meminta agar dibangunkan jalan dan jembatan yang layak supaya kami bisa mengangkut hasil bumi. Namun sampai sekarang harapan itu belum juga terealisasi," ujarnya.
Dusun Juhu Bincatan dihuni sekitar 35 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 115 jiwa. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian dengan komoditas utama berupa kemiri, kayu manis, dan biji kakao.
Ironisnya, potensi tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena sulitnya akses transportasi menuju pasar.
"Masalah terbesar kami adalah pemasaran hasil panen. Jalan yang rusak membuat biaya angkut mahal dan perjalanan sangat sulit," kata Adin.
Untuk mencapai Dusun Juhu Bincatan dari pusat Desa Muara Urie, warga harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar empat jam menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi khusus agar mampu melewati medan berlumpur, tanjakan, dan sungai.
Saat musim hujan, kondisi menjadi jauh lebih sulit. Tidak jarang warga terpaksa bermalam di tengah perjalanan karena akses yang tidak bisa dilalui.
Sementara itu, kendaraan roda dua biasa hanya mampu mencapai kawasan Sungai Kapuyis. Dari titik tersebut, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih lima jam untuk tiba di Dusun Juhu Bincatan.
Senada dengan Adin, warga lainnya, Aldi, mengatakan pembangunan jalan dan jembatan merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak menuntut pembangunan jalan berukuran besar. Mereka hanya berharap tersedia akses yang dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga menjadi lebih mudah.
"Jalan tidak perlu lebar, yang penting bisa dilalui sepeda motor. Begitu juga jembatan, supaya masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun debit air sungai sedang tinggi," ujarnya.
Ia meyakini, tersedianya infrastruktur dasar tersebut akan menjadi solusi utama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Juhu Bincatan sekaligus mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.
Di akhir penyampaiannya, warga berharap Pemerintah Kabupaten Kotabaru dapat turun langsung meninjau kondisi yang mereka alami.
"Kami berharap pemerintah daerah bisa datang melihat langsung keadaan kami di Dusun Juhu Bincatan. Jangan hanya mendengar cerita, tetapi melihat sendiri bagaimana sulitnya akses yang kami hadapi setiap hari," harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Dusun Juhu Bincatan masih menaruh harapan agar pembangunan jalan dan jembatan segera menjadi perhatian pemerintah, sehingga keterisolasian yang telah mereka rasakan selama bertahun-tahun dapat segera berakhir.(San)
