
RSUD H Damanhuri atau RSHD Barabai di Hulu Sungai Tengah (HST) terus meningkatkan kualitas tenaga medis di ruang prawatan Intensif Neonatal (NICU).
BARABAI, kalimantanprime.com - RSUD H Damanhuri atau RSHD Barabai di Hulu Sungai Tengah (HST) terus meningkatkan kualitas tenaga medis di ruang prawatan Intensif Neonatal (NICU).
Tenaga medis khususnya bidang keperawatan dituntut agar meningkatkan kualitas layanan untuk bayi baru lahir. Terutama dalam menangani bayi dengan kondisi kritis.
Perawat di ruang As-Syifa pun harus dibekali materi pelatihan. Mencakup penanganan resusitasi neonatal, penanganan asfiksia saat lahir, cooling therapy, dan pengoperasian ventilator mekanik mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.
Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSHD Barabai, Edy Rosadi menyebut peningkatan kemampuan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting karena perawat di PICU dan NICU memiliki peran besar selama proses perawatan pasien.
"Mereka dibekali materi itu untuk fokus pada peningkatan kemampuan menangani kegawatdaruratan neonatal serta penggunaan alat bantu pernapasan," kata Edy, Selasa (23/6/2026).
Lebih tegas Edy menyatakan,perawat tidak hanya dituntut memberikan pelayanan dengan pendekatan empati. Tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis yang memadai.
Terlebih perawat di PICU dan NICU mendampingi pasien selama 24 jam. Mereka harus mampu mengoperasikan alat medis, memantau kondisi pasien secara ketat serta mengambil keputusan cepat saat terjadi keadaan darurat.
"Kecepatan dan ketepatan penanganan sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien, terutama bayi yang memerlukan perawatan intensif," tutup Edy.
Terpisah, Dokter Spesialis Anak RSHD Barabai, Islammiyah Dewi Yunianti, SpA (Fellowship Neonatologi) menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada mutu pelayanan pasien. Terlebih kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi perubahan kondisi pasien sejak dini.
Hal itu, kata Islammiyah menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat penanganan.
“Ketika perawat lebih cepat mengenali tanda-tanda kegawatan dan memberikan tindakan yang tepat, pasien dapat menerima pertolongan sesuai kebutuhan klinisnya,” kata dia.
Islammiyah juga berharap peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dapat memberi rasa aman kepada keluarga pasien sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Sebagai tindak lanjut, RSHD Barabai menggelar In House Training (IHT) NICU yang diikuti seluruh perawat Ruang Asy-Syifa. Pihak RSHD juga akan melakukan evaluasi kompetensi, pendampingan di unit pelayanan serta penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP), agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara maksimal di lapangan. (mlz)