Breaking News
Loading...

"JMSI Kalsel Dikukuhkan, Siap Tancap Gas, Verifikasi Dewan Pers dan Transformasi Digital Jadi Fokus Utama"


Prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2025–2030 di Aula Dispersip Kalsel, Banjarmasin, Senin (8/6/2026).

BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri media siber yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tengah derasnya arus transformasi digital.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua JMSI Kalsel, Anshari Yannoor, usai pelantikan dan pengukuhan pengurus JMSI Kalsel periode 2025–2030 yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Senin (8/6/2026).

Menurut Anshari, pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum memperkuat peran JMSI sebagai wadah perusahaan media siber dalam menghadapi berbagai tantangan industri pers yang terus berkembang.

“Pelantikan ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi agar semakin profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Salah satu fokus utama JMSI Kalsel ke depan adalah mendorong standarisasi perusahaan pers. Saat ini, sebanyak 70 media online tercatat sebagai anggota JMSI Kalsel, dengan sekitar 50 persen di antaranya telah terverifikasi Dewan Pers.

Anshari menegaskan, kepengurusan baru akan mengawal dan membantu media anggota yang belum terverifikasi agar dapat memenuhi standar dan regulasi pers nasional.

“Untuk media yang belum terverifikasi, akan kami upayakan pendampingan. Apalagi di pengurus pusat ada Pokja yang secara khusus menangani proses verifikasi Dewan Pers bagi perusahaan media,” katanya.

Selain memperkuat legalitas perusahaan pers, JMSI Kalsel juga bertekad melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun pengurus sebelumnya.

Menghadapi tantangan era digital, JMSI Kalsel menyiapkan tiga program strategis yang menjadi prioritas organisasi selama lima tahun ke depan, yakni percepatan transformasi dan adaptasi teknologi media, peningkatan kompetensi jurnalis dan pemilik media, serta penguatan literasi media bagi masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas jurnalis dan pemilik media, sekaligus menghadirkan program literasi yang mendorong masyarakat semakin cerdas dalam bermedia,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina JMSI Kalsel, Afrizaldi, mengingatkan pentingnya inovasi dan kemampuan beradaptasi agar media siber tetap eksis di tengah perubahan lanskap industri digital yang semakin cepat.

Menurutnya, kemandirian ekonomi media hanya dapat terwujud apabila perusahaan pers mampu membaca peluang dan menyesuaikan model bisnis dengan perkembangan zaman.

“Media harus mampu mengembangkan model bisnis yang adaptif agar tetap bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat,” tegasnya.

Afrizaldi juga meminta jajaran pengurus JMSI Kalsel aktif membangun komunikasi dengan para senior pers sebagai sumber pengalaman dan referensi dalam menjalankan roda organisasi.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program kerja yang konkret, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan media siber serta dunia pers di Kalimantan Selatan.

“JMSI Kalsel harus menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara jumlah anggota, tetapi juga mampu melahirkan program nyata yang bermanfaat bagi perusahaan pers dan masyarakat,” pungkasnya.( Red/Wamen) 

Lebih baru Lebih lama