
Perjuangan masyarakat Dusun Juhu Bincatan, RT 02 Desa Muara Urie, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, untuk menjual hasil bumi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masih penuh keterbatasan.
KOTABARU,kalimantanprime.com – Perjuangan masyarakat Dusun Juhu Bincatan, RT 02 Desa Muara Urie, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, untuk menjual hasil bumi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masih penuh keterbatasan. Warga harus menempuh perjalanan berat melintasi jalan terjal, licin, hingga menyeberangi beberapa sungai demi mencapai Pasar Malangkayan.
Kondisi tersebut diungkapkan salah satu warga, Dulatif, kepada Kalimantanprime.com, Rabu (13/5/2026). Ia mengatakan akses menuju Juhu Bincatan hingga kini masih sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
“Kalau hujan turun, perjalanan makin berat karena sungai sering meluap dan jalan menjadi sangat licin,” ujarnya.
Menurut Dulatif, akses menuju wilayah tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi. Bahkan, warga yang melintas harus membawa peralatan seperti cangkul dan linggis untuk memperbaiki jalan di tengah perjalanan agar kendaraan dapat terus melaju.
Tidak jarang, warga juga harus berjalan kaki melewati medan terjal sambil memikul hasil kebun menuju pasar. Perjalanan dari Juhu Bincatan ke Pasar Malangkayan bahkan dapat memakan waktu hingga sembilan jam.
“Hasil kebun yang kami bawa seperti kakao atau cokelat, kemiri, beras, dan hasil tani lainnya. Kalau dipikul atau dihambin, paling banyak hanya sekitar 15 kilogram yang bisa dibawa,” jelasnya.
Keterbatasan infrastruktur tersebut membuat masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya pembangunan jalan paving yang dapat dilalui kendaraan roda dua agar aktivitas ekonomi warga menjadi lebih mudah.
Masyarakat menilai akses jalan yang layak akan sangat membantu mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedalaman Pegunungan Meratus tersebut.
Meski hidup dalam keterbatasan akses, warga Juhu Bincatan mengaku tetap bertahan karena memiliki ikatan kuat dengan alam dan tanah kelahiran mereka.
“Kami sangat cinta alam Pegunungan Meratus, jadi tidak ingin pindah ke kampung lain,” tutur Dulatif.
Selain berharap pembangunan infrastruktur, masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Tanah Kambatang Lima. Warga berharap Juhu Bincatan nantinya dapat berkembang menjadi desa mandiri dan memiliki pelayanan pembangunan yang lebih dekat dan merata.(San)