TANAH LAUT, kalimantanprime.com - Layanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) melalui Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) terus digencarkan RSUD H. Boejasin Pelaihari bekerja sama dengan DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut.
Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, bersama jajaran DP3AP2KB turut meninjau langsung pelaksanaan layanan di RSUD H. Boejasin, Senin (27/4/2026)
Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, bersama jajaran DP3AP2KB turut meninjau langsung pelaksanaan layanan di RSUD H. Boejasin, Senin (27/4/2026). Dari kegiatan tersebut, tercatat 22 peserta mengikuti MOW dan dua peserta menjalani MOP.
Kepala DP3AP2KB Tanah Laut, Maria Ulfah, menjelaskan seluruh calon akseptor terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan sebelum tindakan. Setelah dinyatakan layak, peserta dapat mengikuti prosedur yang diberikan secara gratis.
Selain layanan medis, akseptor juga memperoleh uang pengganti biaya hidup Rp450 ribu, paket sembako senilai Rp1 juta, serta pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
“Minat masyarakat terhadap MOW terus meningkat, sementara MOP masih relatif rendah. Meski begitu, jumlah peserta melampaui target, bahkan ada peminat dari luar daerah, namun tetap diprioritaskan untuk warga Tanah Laut,” ujar Maria.
Sementara itu, dokter RSUD H. Boejasin, dr. Toto Tri Hartanto, menyebut layanan operasi berlangsung selama dua hari, dimulai pukul 09.00 WITA, dengan durasi tindakan sekitar 30 hingga 40 menit, tergantung kondisi pasien.
“Pada hari ini ada sembilan pasien yang menjalani tindakan, baik MOW maupun MOP,” katanya, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, secara medis peserta MOP tetap dapat beraktivitas seksual normal. “Saat ejakulasi, cairan tetap keluar, tetapi tidak mengandung sperma,” jelasnya.
Untuk pelaksanaannya, MOW ditangani dokter spesialis obstetri dan ginekologi, sedangkan MOP dilakukan dokter spesialis bedah umum.
Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk PKK dan posyandu, program MKJP diharapkan terus optimal guna menjaga angka Total Fertility Rate (TFR) Tanah Laut di angka 2,2, sesuai target nasional dan provinsi, serta mendukung terwujudnya keluarga sehat dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.(Red)