Breaking News
Loading...

Karyawan Ekspedisi di Banjarmasin Diduga Rekam Rekan Kerja di Toilet, Polisi Turun Tangan

Dugaan tindakan asusila terjadi di salah satu perusahaan ekspedisi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin. Seorang karyawan berinisial AS dilaporkan ke polisi setelah diduga merekam aktivitas rekan kerjanya di dalam toilet kantor

BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Dugaan tindakan asusila terjadi di salah satu perusahaan ekspedisi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin. Seorang karyawan berinisial AS dilaporkan ke polisi setelah diduga merekam aktivitas rekan kerjanya di dalam toilet kantor.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Tipidter Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Kanit Tipidter Polresta Banjarmasin Ipda Tri Pebriana Putra mewakili Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa mengatakan, pelaku diduga sengaja menyembunyikan alat perekam di kamar mandi karyawan.

“Tujuannya untuk merekam aktivitas karyawati saat berada di toilet,” ujar Tri Pebriana, Kamis (7/5).

Perbuatan itu pertama kali diketahui salah satu korban yang merasa curiga dengan benda mencurigakan terbungkus plastik hitam di area toilet.

Saat diperiksa, benda tersebut ternyata diduga perangkat perekam video.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada rekan kerja lain dan diteruskan kepada pimpinan perusahaan.

Untuk memastikan pemilik alat tersebut, pihak perusahaan bersama para karyawan sepakat membiarkan benda itu tetap berada di lokasi semula.

Tak berselang lama, AS masuk ke toilet tersebut. Setelah keluar, posisi alat perekam diketahui berubah.

“Dari situ muncul dugaan mengarah kepada pelaku. Saat dimintai keterangan oleh atasannya, yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat perekam video, kartu memori, serta telepon genggam milik terduga pelaku.

Atas dugaan tindakannya, AS terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. Ia dijerat dengan pasal terkait pornografi dan tindak pidana kekerasan seksual. (kyu)

Lebih baru Lebih lama