Breaking News
Loading...

Diduga Hajar Warga Disabilitas Hingga Hidung Robek, Pelaku Diburu Polisi

Foto Ilustrasi

BANJARMASIN, kalimantanprime.com
– Seorang pria berinisial A diduga melakukan penganiayaan terhadap warga penyandang disabilitas di kawasan Jalan Belitung Darat, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat. Akibat peristiwa tersebut, pelaku kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Korban bernama Iwan Rahmadi, warga Gang H Thalib, Jalan Belitung Darat, mengalami luka pada bagian hidung usai diduga dipukul oleh pelaku pada Jumat (8/5) sore.

Tidak terima atas kejadian yang dialaminya, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Banjarmasin Barat pada Minggu (10/5). Laporan itu telah diterima dan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Namun hingga Minggu  (31/5), berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban, terduga pelaku masih belum berhasil diamankan.

Sepupu korban, Anang, menuturkan peristiwa itu diduga dipicu kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

Menurutnya, saat itu pelaku mendatangi korban untuk menanyakan keberadaan seorang pria berinisial P yang diduga memiliki persoalan utang piutang dengan pelaku.

"Saat ditanya, sepupu saya menjawab kalau si P tidak ada. Dia bilang mungkin ditangkap Satpol PP karena memang dikenal warga sebagai gelandangan," ujar Anang.

Setelah itu, pelaku pergi ke kawasan Kelayan dan ternyata bertemu langsung dengan P. Merasa telah dibohongi, pelaku kemudian kembali mendatangi korban.

"Pelaku langsung memukul korban beberapa kali hingga hidungnya mengalami luka. Korban bahkan harus mendapatkan empat jahitan saat berobat di puskesmas," katanya.

Sehari setelah kejadian, Bhabinkamtibmas bersama orang tua terduga pelaku sempat mendatangi keluarga korban untuk melakukan mediasi.

Namun upaya damai tersebut tidak membuahkan hasil. Keluarga korban menilai pelaku tidak menunjukkan itikad baik lantaran tidak hadir dalam proses mediasi dan hanya diwakili oleh orang tuanya.

"Makanya kami membuat laporan ke polisi. Kami sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk berdamai, tetapi setidaknya harus ada itikad baik dari pelaku dan hadir langsung untuk meminta maaf. Nyatanya yang datang hanya orang tuanya," ungkap Anang.

Ia menambahkan, keluarga sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan pelaku karena kondisi korban yang merupakan yatim piatu dan memiliki keterbatasan fisik.

"Korban ini bisa dibilang penyandang disabilitas. Dia tidak pernah mencari masalah dan bahkan saat diganggu orang pun tidak bisa melawan," ujarnya.

Karena itu, keluarga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

"Kami ingin ada efek jera agar korban tidak lagi menjadi sasaran gangguan atau kekerasan. Dengan kondisi seperti sekarang, dia bahkan kesulitan untuk melarikan diri ketika mendapat ancaman," tuturnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Iptu Indra Permadi, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

"Pelaku masih dalam pengejaran. Kami juga terus melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar yang bersangkutan bersedia menyerahkan diri," pungkasnya. (Tim) 


Lebih baru Lebih lama