Breaking News
Loading...

BBM Langka di Pamukan Selatan, Harga Melonjak hingga Rp17 Ribu per Liter


KOTABARU, kalimantanprime.com
— Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru. Meskipun BBM jenis Pertalite dan Pertamax sudah mulai tersedia, jumlahnya yang terbatas membuat harga di tingkat masyarakat melonjak signifikan.

Kondisi ini dikeluhkan warga Desa Tanjung Semalantakan. Amrullah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa pasokan BBM yang masuk ke wilayah mereka masih sangat minim.

“Saat ini memang sudah ada yang menjual Pertalite, tetapi jumlahnya masih sedikit,” ujarnya, Kamis (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pasokan BBM dari Kotabaru belum berjalan normal. Selama ini, distribusi lebih sering datang dari Batulicin, namun dalam jumlah terbatas.

“Dari Kotabaru belum ada pengiriman. Kadang ada dari Batulicin, tapi itu pun sedikit,” tambahnya.

Akibat kondisi tersebut, harga Pertalite mengalami kenaikan dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per liter. Warga pun berharap distribusi BBM melalui jalur laut, khususnya menggunakan kapal taksi seperti sebelumnya, dapat segera diaktifkan kembali.

Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Talusi. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan BBM dengan harga normal akibat terbatasnya pasokan.

“Harapannya ada tambahan pasokan dari Kotabaru melalui kapal agar harga bisa kembali seperti semula,” kata seorang warga.

Sementara itu, di Desa Basuang, Kecamatan Sampanahan, kondisi tidak jauh berbeda. Amel, warga setempat, menyebutkan bahwa harga Pertamax kini mencapai Rp17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp15.000. Sedangkan Pertalite juga mengalami kenaikan menjadi Rp15.000 per liter.

“Untuk solar bahkan sudah lama kosong,” ungkapnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi BBM, khususnya bagi wilayah pesisir dan kepulauan yang sangat bergantung pada jalur distribusi laut.(San) 

Lebih baru Lebih lama