KOTABARU, kalimantanprime.com – Suasana Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kotabaru tahun ini terasa lebih semarak. Pihak lapas menambah berbagai kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan, sekaligus menyiapkan menu tambahan untuk sahur dan berbuka puasa.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan penambahan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pembinaan spiritual warga binaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
“Selama Ramadan ada beberapa kegiatan tambahan bagi warga binaan Muslim, seperti buka puasa bersama, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sahur bersama,” ujar Doni saat ditemui kalimantanprime.com di ruang kerjanya, Senin (16/03/2026).
Selain kegiatan keagamaan, pihak lapas juga menyediakan menu tambahan bagi warga binaan yang menjalankan ibadah puasa, baik saat sahur maupun berbuka.
Terkait pemberian remisi Hari Raya Idulfitri, Doni menyebutkan pengumuman resmi baru dapat dilakukan pada H-1 Lebaran. Hal itu karena hingga saat ini Surat Keputusan (SK) remisi dari pemerintah pusat masih belum diterbitkan.
“Biasanya SK remisi keluar pada malam hari menjelang H-1. Setelah SK itu terbit, barulah data bisa kami perbarui dan langsung dirilis,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah SK diterima, pihak lapas akan segera mengumumkan daftar penerima remisi setelah pelaksanaan salat. Pada momen tersebut juga akan dilakukan penyerahan remisi kepada warga binaan yang berhak menerimanya, kemudian dilanjutkan dengan rilis resmi kepada publik.
Sementara itu, untuk perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, tercatat dua orang warga binaan yang akan menerima remisi.
Selama Ramadan, pihak lapas juga melakukan penyesuaian jadwal makan di ruang makan bagi warga binaan. Warga binaan Muslim diberikan jadwal makan saat sahur dan berbuka puasa, sedangkan warga binaan non-Muslim tetap mendapatkan jatah makan tiga kali sehari seperti biasa.
Namun demikian, kegiatan makan tidak diperbolehkan dilakukan di dalam kamar hunian. Oleh karena itu, pihak lapas menyiapkan ruangan khusus bagi warga binaan non-Muslim untuk makan pada siang hari, mengingat mereka tidak menjalankan ibadah puasa.
Hingga saat ini, jumlah warga binaan yang menjalani pembinaan di Lapas Kelas II Kotabaru tercatat sebanyak 548 orang.
Doni menjelaskan, jumlah tersebut sebenarnya sempat menurun hingga di bawah 500 orang. Bahkan sekitar dua bulan lalu jumlahnya berada di kisaran 480 orang.
“Namun karena adanya pemindahan warga binaan dari beberapa wilayah seperti Banjarmasin, Batulicin, dan Karang Intan, jumlah penghuni lapas kembali meningkat,” ujarnya.
Ia mengaku sempat berharap jumlah warga binaan dapat bertahan di bawah 500 orang agar kondisi lapas lebih ideal. Namun dalam waktu tidak lama jumlahnya kembali bertambah.
“Sekarang jumlahnya meningkat lagi karena ada penambahan dari beberapa wilayah,” pungkasnya.(San)
