Breaking News
Loading...

Abu Suwandi: Kepemimpinan Bukan Soal Jabatan, Tapi Amanah untuk Melayani Masyarakat

Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru
 dari Partai Amanat Nasional (PAN),
Abu Suwandi

KOTABARU
, kalimantanprime.com– Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru dari Partai Amanat Nasional (PAN), Abu Suwandi, menegaskan bahwa politik dan kepemimpinan sejatinya bukan tentang mengejar popularitas, kemewahan jabatan, ataupun gengsi kekuasaan. Menurutnya, jabatan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan hati lapang serta tanggung jawab moral yang kuat.

Hal tersebut disampaikannya saat merefleksikan perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat Kotabaru, baru-baru ini. Bagi Abu, seorang pemimpin harus memandang tugasnya sebagai bentuk pengabdian yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menekankan bahwa setiap tindakan seorang pemimpin, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban. Prinsip itu, kata dia, menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” ujar Abu Suwandi, mengutip hadis riwayat Bukhari.

Menurutnya, melayani masyarakat bukan sekadar strategi dalam politik, tetapi merupakan panggilan moral untuk memberikan manfaat nyata bagi banyak orang. Oleh karena itu, ia berupaya selalu hadir di tengah masyarakat, menyusuri desa-desa serta mendengar langsung aspirasi warga.

Abu yang dikenal dekat dengan masyarakat mengaku merasa bersyukur setiap kali melihat warga yang terbantu melalui berbagai upaya yang ia lakukan. Meski demikian, ia selalu mengingatkan dirinya bahwa jabatan hanyalah titipan yang bersifat sementara.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketulusan niat dalam membantu sesama. Menurutnya, niat yang bersih akan menjaga seseorang dari sikap ego dan kesombongan yang bisa merusak tujuan pengabdian kepada masyarakat.

“Ego dan kesombongan adalah ilusi yang dapat mengotori ketulusan kita dalam bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Abu menambahkan bahwa seorang pemimpin sejatinya hanyalah perantara dalam membantu sesama. Ia meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan mendapat balasan dari Tuhan.

“Kita hanyalah perantara rezeki Allah. Jika kita memudahkan urusan orang lain, yakinlah Allah akan memudahkan urusan kita pada saat yang tak terduga,” tambahnya.

Menutup refleksinya, Abu Suwandi mengajak seluruh pemimpin dan elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat melayani. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan terletak pada tinggi rendahnya jabatan, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Sebab pada akhirnya, pengadilan Tuhan tidak akan bertanya seberapa tinggi jabatan kita, tetapi seberapa besar manfaat yang telah kita berikan kepada sesama,” pungkasnya.(San) 

Lebih baru Lebih lama