KOTABARU, kalimantanprime.com - Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai direalisasikan sebagai upaya memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasipers Kodim 1004/Kotabaru Letnan Satu Sodikin menyampaikan bahwa pembangunan Gerai KDMP dilaksanakan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, baik milik desa, kabupaten, provinsi, hingga BUMN dan TNI.
Menurut Sodikin, prioritas utama pembangunan Gerai KDMP adalah menggunakan lahan milik desa. Namun, apabila desa tidak memiliki lahan yang memadai, maka dapat menggunakan lahan milik pemerintah kabupaten. Jika masih belum tersedia, pembangunan dapat dilakukan di atas lahan provinsi, BUMN, dan sebagai opsi terakhir menggunakan lahan milik TNI.
“Pembangunan Gerai KDMP dilaksanakan di lahan Desa namun apabila desa tidak memiliki lahan, bisa menggunakan lahan kabupaten, jika tidak ada bisa menggunakan lahan provinsi, selanjutnya lahan BUMN, dan terakhir lahan TNI,” jelas Pasipers Letnan Satu Sodikin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah Gerai KDMP selesai dibangun dan siap digunakan, pengurus Koperasi Desa Merah Putih akan mendapatkan pelatihan khusus terkait pengelolaan dan manajemen gerai. Pelatihan ini bertujuan agar pengurus mampu mengelola usaha secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
“Setelah pengurus siap dan memahami sistem pengelolaan, barulah Gerai KDMP dikembalikan kepada desa masing-masing untuk dioperasikan secara mandiri,” tambahnya.
Menariknya, Sodikin mengungkapkan bahwa sebanyak 20 persen dari penghasilan Gerai KDMP akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal ini diharapkan dapat memperkuat keuangan desa sekaligus mendukung pembangunan dan pelayanan publik di tingkat desa.
“Sebanyak 20 persen penghasilan dari Gerai KDMP akan menjadi Pendapatan Asli Desa masing-masing,” ujarnya.
Dengan adanya program Gerai KDMP ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.(San)
