KOTABARU, kalimantanprime.com – Seorang nelayan asal Desa Gunung Batu Besar, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Asralim Juni (67), yang dilaporkan hilang saat melaut pada Selasa malam (10/2/2026), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis pagi (12/2/2026).
Korban ditemukan warga sekitar pukul 08.00 Wita dalam keadaan mengapung di perairan setempat, setelah dilakukan pencarian intensif selama kurang lebih 26 jam oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, aparat kepolisian, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Gunung Batu Besar, korban berangkat melaut sekitar pukul 19.00 Wita untuk menangkap udang. Biasanya, korban kembali ke rumah sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 Wita. Namun hingga larut malam, korban tak kunjung pulang, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan warga sekitar.
Pencarian pun segera dilakukan. Pada Rabu pagi (11/2/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, perahu milik korban ditemukan dalam kondisi kosong di perairan sekitar lokasi kejadian, sehingga memperkuat dugaan korban terjatuh ke laut.
Koordinator Basarnas Kotabaru, Adi Maulana, mengatakan pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet serta perahu milik warga.
“Tim gabungan melakukan penyisiran sejak dini hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar pukul 08.00 Wita. Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak,” ujar Adi Maulana.
Sementara itu, Kapolsek Sampanahan, Ipda Martin Tatali, menyampaikan bahwa pihak kepolisian turut membantu proses pencarian, pengamanan, dan evakuasi korban.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama pada malam hari dan ketika kondisi cuaca kurang bersahabat,” kata Ipda Martin Tatali.
Kepala Desa Gunung Batu Besar, Hariyani, menyampaikan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di RT 03 Desa Gunung Batu Besar untuk disemayamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.
“Atas nama pemerintah desa dan keluarga korban, kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi korban,” ujar Hariyani.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang menimpa nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, melengkapi diri dengan alat keselamatan, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan.(San)
