
Anggota DPRD Tanah Laut
H Arkani
TANAH LAUT, kalimantanprime.com - DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) menegaskan keseriusannya menangani banjir tahunan yang kerap melanda Kecamatan Bumi Makmur, Kurau, dan Bati-Bati saat curah hujan tinggi.
Persoalan ini menjadi fokus dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Tala bersama SKPD dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, awal pekan tadi. DPRD menilai penanganan banjir tak bisa lagi dilakukan secara parsial.
Anggota DPRD Tala, H Arkani, mengatakan diperlukan langkah terintegrasi lintas kewenangan dan anggaran agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan berkelanjutan.
“Wilayah seperti Bumi Makmur, Kurau, dan Bati-Bati selalu terdampak saat musim hujan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan sektoral, tapi harus terintegrasi,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Dalam rapat tersebut, DPRD juga mendorong sinkronisasi program daerah dengan Rencana Strategis Balai Wilayah Sungai Kalimantan III periode 2025-2029. Sejumlah program pengendalian banjir di kawasan rawan disebut telah masuk dalam perencanaan jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Namun, tantangan terbesar dinilai berada pada pembiayaan infrastruktur skala besar, seperti normalisasi sungai, pembangunan kanal, serta penguatan tanggul dan pintu air. Keterbatasan APBD menjadi kendala utama sehingga diperlukan dukungan APBN.
“Kalau hanya mengandalkan APBD tentu berat. Kami mendorong agar program strategis ini mendapat dukungan APBN,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
DPRD juga menyoroti dampak banjir pada Januari lalu yang merendam sekitar 7.000 rumah warga, mayoritas di tiga kecamatan tersebut. Selain permukiman, kerusakan terjadi pada jalan, tanggul, pintu air, jalan tani, hingga jalan kabupaten.
Meski demikian, DPRD mengapresiasi respons cepat Pemkab Tala bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan III dalam penanganan awal, sehingga dampak sosial dan ekonomi dapat ditekan.
Ke depan, DPRD memastikan akan terus mengawal program pengendalian banjir agar tidak berhenti di tahap perencanaan. Sinergi lintas lembaga dinilai menjadi kunci memutus siklus banjir tahunan di wilayah tersebut.(Rilis)