Breaking News
Loading...

Kepala BKN Nilai Pemprov Kalsel Serius Menata ASN Lewat Pengangkatan Ribuan PPPK Paruh Waktu

Kepala BKN RI, Zudan Arief Fakrulloh saat menghadiri prosesi pengukuhan sebanyak 6.398 PPPK Paruh Waktu yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin. (Foto: MC Kalsel) 

BANJARBARU
, kalimantanprime.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arief Fakrulloh, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas langkah konkret dalam menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Apresiasi tersebut disampaikan Zudan saat menghadiri prosesi pengukuhan sebanyak 6.398 PPPK Paruh Waktu yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Selasa (23/12/2025).

Ia menilai, pengangkatan ribuan PPPK secara bersamaan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan penataan aparatur sipil negara secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini merupakan salah satu pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbesar di Indonesia. Angka 6.398 itu jumlah yang sangat besar dan mencerminkan komitmen kuat Gubernur Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara, baik PPPK maupun PNS, agar terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan etos kerja dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa kepala daerah memiliki kewenangan penuh dalam pembinaan ASN.

“Banyak PPPK yang diberhentikan karena tidak masuk kerja. Gubernur memiliki kewenangan berdasarkan Undang-Undang ASN untuk mengangkat maupun memberhentikan PPPK dan PNS yang tidak disiplin,” katanya.

Lebih lanjut, Zudan menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan penghentian pengangkatan tenaga honorer. Ke depan, instansi pemerintah hanya dapat merekrut aparatur melalui jalur PPPK atau PNS, dengan tetap memperhatikan kebutuhan organisasi serta kemampuan keuangan daerah.

“Peluang PPPK Paruh Waktu untuk menjadi penuh waktu terbuka lebar. Kuncinya ada pada kebutuhan, anggaran, dan kinerja. Jika kinerjanya tinggi dan pendapatan daerah meningkat, maka peluang itu semakin besar,” jelasnya. (MC Kalsel/Ril) 

Lebih baru Lebih lama