Breaking News
Loading...

FKPT Kalsel Ingatkan Ancaman Radikalisme, Indeks Risiko Terorisme Naik ke Peringkat 15 Nasional

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar refleksi akhir tahun 2025 dengan merilis capaian kegiatan sepanjang tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Taher Square Banjarmasin, Jumat (19/12/2025) sore.

BANJARMASIN
, kalimantanprime.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar refleksi akhir tahun 2025 dengan merilis capaian kegiatan sepanjang tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung di Taher Square Banjarmasin, Jumat (19/12/2025) sore.

Ketua FKPT Kalsel, Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi Makki, menyampaikan bahwa FKPT sebagai kepanjangan tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI telah melaksanakan berbagai program pencegahan terorisme, baik yang bersumber dari BNPT maupun inisiatif FKPT Kalsel sendiri sepanjang tahun 2025.

Kepada awak media, Fauzi menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kewaspadaan bersama, meskipun situasi keamanan di Kalimantan Selatan saat ini relatif kondusif.

 “Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan, karena paham ini bisa muncul kapan dan di mana saja, di saat kita lengah dan menganggap semua aman dan baik-baik saja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Kalimantan Selatan mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berada di peringkat 20 nasional, kini naik ke posisi 15.

Menurut Fauzi, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, mengingat lima besar nasional masuk dalam kategori zona merah yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.

“Untuk menurunkan posisi ini diperlukan sinergi semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, hingga elemen masyarakat lainnya,” jelasnya.

Fauzi menjelaskan bahwa pengukuran Indeks Risiko Terorisme dan Indeks Potensi Radikalisme dilakukan melalui penelitian berbasis survei dengan melibatkan responden dari berbagai instansi dan organisasi kemasyarakatan di sejumlah daerah.

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa paham radikalisme banyak menyasar kelompok usia muda, khususnya melalui media sosial.

“Kelompok anak muda, termasuk Gen Z, menjadi sasaran karena mereka sangat aktif di media sosial dan mudah terpapar konten-konten yang mengandung paham radikalisme,” katanya.

Oleh karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, terutama dalam mengawasi aktivitas anak-anak, lingkungan pergaulan, serta memberikan pemahaman agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Media sosial menjadi alat paling efektif untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme. Di Kalimantan Selatan, mayoritas pengguna media sosial adalah generasi muda,” ungkap Fauzi.

Pada kesempatan tersebut, Fauzi juga menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 mendatang dapat terbentuk Satuan Tugas (Satgas) FKPT di seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, guna memperkuat upaya pencegahan dini secara lebih masif di daerah.

“Saat ini Kabupaten Balangan dan Kota Banjarmasin terlihat paling siap karena sudah melaksanakan Focus Group Discussion. Kita berharap kabupaten/kota lain di Kalsel segera menyusul,” pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama