TANAH BUMBU. kalimantanprime.com – Sejumlah armada pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan dan Hijau (DKH) Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjadi sorotan publik setelah terlihat hilir mudik di kawasan Perkantoran Gunung Tinggi pada Rabu (19/11/2025) saat jam operasional pemerintahan berlangsung.
Pantauan di lapangan menunjukkan truk-truk berlogo resmi Pemkab tersebut melintas beberapa kali tanpa muatan sampah sebagaimana fungsi utamanya. Aktivitas itu menarik perhatian warga yang kebetulan berada di sekitar area pusat perkantoran.
“Kalau memang bertugas, mestinya terlihat jelas apa yang diangkut. Tapi yang terlihat justru seperti mengangkut tanah urug. Itu pun tidak ada tanda-tanda mereka menuju TPS atau lokasi pembuangan sampah. Yang terlihat, tanah urug diduga diturunkan di lokasi proyek,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pernyataan warga tersebut kian memunculkan dugaan bahwa armada pengangkut sampah digunakan untuk kegiatan lain di luar fungsi pelayanan kebersihan. Apalagi sebelumnya, salah satu truk sejenis juga sempat terpotret membawa material tanah di lokasi berbeda.
Fenomena ini langsung memantik pertanyaan publik mengenai transparansi dan tata kelola aset daerah. Kendaraan operasional yang sejatinya digunakan untuk pelayanan publik dinilai harus dikelola secara akuntabel dan sesuai peruntukan.
Pengamat pelayanan publik menyebutkan, tanpa adanya penjelasan resmi dari instansi terkait, potensi munculnya persepsi negatif tidak dapat dihindari. Aktivitas kendaraan dinas yang terlihat melakukan pekerjaan yang bukan tugas pokoknya bisa memunculkan spekulasi tentang praktik penyimpangan.
Penggunaan aset negara — termasuk armada kebersihan — idealnya tunduk pada aturan dan pengawasan yang ketat. Selain menyangkut profesionalisme layanan, transparansi juga menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DKH Kabupaten Tanah Bumbu belum memberikan keterangan resmi mengenai aktivitas armada tersebut. Publik kini menunggu penjelasan terbuka untuk menghindari berkembangnya spekulasi terkait dugaan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan di luar mekanisme resmi.
Sampai berita ini dirilis belum ada konfirmasi dari dinas terkait. (Tim)
