Breaking News
Loading...

Warga Warukin Padati Pasar Murah, Pemkab Tabalong Hadirkan Layanan Kesehatan dan Administrasi Gratis

Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, yang akrab disapa H. Fani, didampingi Ketua TP PKK Tabalong, Hj. Desi Suryanti Noor Rifani meninjau pasar murah dan pelayanan publik terpadu. (Foto: Ist) 

TANJUNG, kalimantanprime.com
– Antusiasme masyarakat Desa Warukin, Kecamatan Tanta, terlihat dalam kegiatan pasar murah dan pelayanan publik terpadu yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Warukin tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Dalam pasar murah ini, masyarakat dapat membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya minyak goreng merek Alif Rp17.500 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, serta telur ayam Rp45.000 per rak.

Selain itu, tersedia bawang merah seharga Rp25.000 per kilogram dan bawang putih Rp27.000 per kilogram.

Kegiatan tersebut ditinjau langsung Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, yang akrab disapa H. Fani, didampingi Ketua TP PKK Tabalong, Hj. Desi Suryanti Noor Rifani.

Bupati mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar pasar murah, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat.

"Hari ini TP PKK Tabalong berkolaborasi dengan DKUPP, Disdukcapil, DKPPP, dan puskesmas setempat. Selain menggelar pasar murah, juga ada pelayanan untuk masyarakat Desa Warukin dan sekitarnya. Masyarakat sangat antusias, karena bagaimanapun kita harus menjaga dan menstabilkan inflasi ini," ujar Rifani di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah melalui operasi pasar murah dan gerakan menanam di pekarangan rumah telah memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok.

"Alhamdulillah, inflasi kita dengan adanya operasi pasar dan juga gerakan menanam di pekarangan ini tetap terjaga. Malah ada penurunan, artinya kita bisa menstabilkan harga yang ada di pasar-pasar," ungkapnya.

Tidak hanya berbelanja kebutuhan pokok, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengakses berbagai pelayanan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga administrasi kependudukan.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabalong menghadirkan mobil pelayanan keliling yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

Layanan tersebut meliputi perekaman dan pencetakan KTP elektronik, serta pengurusan akta dan dokumen administrasi kependudukan lainnya.

Bupati mengapresiasi langkah Disdukcapil yang menghadirkan pelayanan langsung ke desa sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor dinas untuk mengurus dokumen.

"Kami berterima kasih kepada Disdukcapil yang sangat inovatif. Langsung datang ke masyarakat dengan mobil, jadi masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor (dinas), langsung bisa mengurus data kependudukan di desanya," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati memastikan kegiatan pasar murah dan pelayanan terpadu akan terus dilaksanakan hingga akhir Desember 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama di tengah kondisi kekeringan serta perpanjangan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mengingat kita masih dalam masa bencana kekeringan dan perpanjangan status siaga Karhutla, tentu kita harus menjaga kestabilan pasokan-pasokan ini. Jadi sampai Desember, operasi pasar akan terus kita lakukan," paparnya.

Ia menambahkan, melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Kabupaten Tabalong saat ini dapat dikendalikan pada angka 4 persen. Bahkan, tren inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) menunjukkan penurunan.

"Artinya momentumnya kemarin itu malah lebih turun. Kita berhasil menstabilkan harga-harga melalui operasi pasar dan gerakan menanam di pekarangan," pungkasnya. (Red) 


Lebih baru Lebih lama