Breaking News
Loading...

Wabup Kotabaru Kenang Perjuangan KH. Sulaiman Nain, Warisan Dakwah dan Pendidikan Islam Jadi Teladan


KOTABARU, kalimantanprime.com– Perjuangan seorang ulama tidak pernah benar-benar berakhir meski telah berpulang. Ilmu, dakwah, dan lembaga pendidikan yang diwariskan akan terus hidup serta memberikan manfaat bagi generasi penerus. Nilai inilah yang kembali dikenang dalam peringatan Haul KH. Sulaiman Nain bin Nain bersama istrinya, Hj. Nor Cahaya binti H. Abdul Hamid, di Kabupaten Kotabaru.

Peringatan haul yang berlangsung di Kompleks Pemakaman Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Muawwanah Darul Ulum Kotabaru, Sabtu (7/11/2026), dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos., yang mewakili Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli. Kehadirannya didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis.

Dalam kesempatan tersebut, Syairi Mukhlis membacakan manaqib atau riwayat perjalanan hidup KH. Sulaiman Nain sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan almarhum dalam mengembangkan dakwah serta pendidikan Islam di Kabupaten Kotabaru.

Menurut Syairi, KH. Sulaiman Nain merupakan sosok ulama yang memiliki keteladanan luar biasa. Pengabdian almarhum dalam menyebarkan ilmu agama dan membangun pendidikan Islam telah meninggalkan warisan berharga yang manfaatnya masih dirasakan hingga sekarang.

"Perjuangan dan pengabdian seorang ulama tidak akan berhenti meskipun beliau telah tiada. Ilmu yang diajarkan, lembaga pendidikan yang dibangun, serta kebaikan yang diwariskan akan terus memberikan manfaat bagi generasi penerus. Inilah yang harus kita jaga dan teladani bersama," ungkap Syairi.

Mewariskan Perjuangan Melalui Pendidikan Islam

KH. Sulaiman Nain lahir pada 15 Agustus 1939 di Desa Sembilan, Kabupaten Kotabaru. Setelah menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, beliau kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdikan diri melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan organisasi keagamaan.

Salah satu jejak perjuangan yang diwariskannya adalah Yayasan Pendidikan Islam Al Muawwanah, yang turut menjadi bagian penting dalam pengembangan Pondok Pesantren Darul Ulum Kotabaru sejak 1979.

Melalui perjuangan tersebut, KH. Sulaiman Nain turut meletakkan fondasi pengembangan pendidikan Islam di Kotabaru. Kiprahnya menjadi bukti bahwa pengabdian seorang ulama tidak hanya diukur dari ilmu yang disampaikan, tetapi juga dari manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.

Almarhum wafat pada 21 Juni 2006 di Sekumpul, Martapura, dalam usia 67 tahun. Meski telah hampir dua dekade berpulang, nama dan perjuangannya tetap dikenang melalui lembaga pendidikan serta aktivitas dakwah yang diwariskan.

Peringatan haul berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan ziarah kubur, pembacaan Surah Yasin, Maulid Al Habsyi, tahlil, doa bersama, serta sambutan dari pihak keluarga.

Momentum haul tersebut tidak sekadar menjadi agenda mengenang kepergian seorang ulama, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga dan meneruskan perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berpendidikan.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap keteladanan KH. Sulaiman Nain terus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan serta melanjutkan perjuangan dalam mengembangkan pendidikan Islam di Bumi Saijaan.(San) 

Lebih baru Lebih lama